INDORAYATODAY.COM – Bersin yang sering terjadi selama masa kehamilan bisa menjadi keluhan umum bagi sebagian ibu hamil. Kondisi ini dalam dunia medis dikenal sebagai rinitis kehamilan, yaitu peradangan pada selaput lendir hidung yang terjadi selama masa kehamilan dan dapat berlangsung hingga dua minggu pascamelahirkan.
Rinitis kehamilan ditandai dengan gejala seperti hidung tersumbat, pilek, dan bersin terus-menerus. Meski penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, dokter menduga kondisi ini berkaitan erat dengan perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh ibu hamil.
Secara umum, bersin tidak membahayakan janin maupun ibu hamil. Namun, jika bersin disertai nyeri perut bagian bawah yang menetap, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Dalam kasus yang jarang, bersin yang terlalu sering dan intens dapat memicu kontraksi, yang berisiko menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk melakukan pencegahan dan penanganan gejala bersin secara tepat.
Berikut ini tujuh cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi frekuensi bersin saat hamil:
Berkumur air garam
Berkumur dengan air garam membantu membunuh bakteri penyebab peradangan dan menjaga kebersihan tenggorokan.
Perbanyak minum air putih
Mengonsumsi air putih, terutama yang hangat atau dicampur madu dan lemon, membantu mengencerkan lendir dan meredakan hidung tersumbat.
Minum teh jahe
Jahe memiliki efek anti-inflamasi yang dapat meredakan iritasi saluran pernapasan dan mengurangi frekuensi bersin.
Gunakan pelembap udara (humidifier)
Udara yang lembap membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan, sehingga mengurangi iritasi.
Gunakan pembersih udara (air purifier)
Alat ini dapat menyaring alergen seperti debu, asap, dan jamur, yang berpotensi memicu bersin pada ibu hamil.
Hindari pemicu alergi dan iritan
Hindari kontak dengan alergen seperti serbuk sari, bulu hewan, dan polusi. Gunakan masker saat di luar rumah dan mandi setelah bepergian.
Hindari makanan pedas
Makanan pedas seperti cabai dapat memicu bersin. Menghindari jenis makanan ini dapat membantu mencegah iritasi berlebih.
Meskipun bersin saat hamil umumnya bukan kondisi serius, ibu hamil dianjurkan untuk tetap berkonsultasi dengan tenaga medis jika gejala terus berlanjut atau disertai keluhan lain.
Pencegahan yang tepat akan membantu menjaga kenyamanan dan kesehatan ibu serta janin selama masa kehamilan. (*)

Tinggalkan Balasan