JAKARTA, INDORAYA TODAY – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, TA Khalid, mengingatkan seluruh pihak agar tidak bermain-main dengan harga pupuk subsidi, terutama di wilayah Aceh.

Ia menegaskan bahwa harga pupuk bersubsidi harus sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Menurutnya, ketepatan harga pupuk subsidi merupakan hal krusial dalam mendukung program swasembada pangan di Aceh dan Indonesia secara umum.

“Saya berharap tidak ada lagi permainan harga pupuk subsidi di Aceh. Karena ini menyangkut hajat hidup para petani dan masa depan ketahanan pangan kita,” ujar Khalid.

Politisi Gerindra asal Aceh itu menyampaikan keprihatinannya atas keluhan sejumlah petani yang masih mengalami kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga sesuai ketentuan. Ia menyebut, harga pupuk bersubsidi yang telah ditetapkan pemerintah adalah: Urea Rp2.250/kg, NPK Rp2.300/kg, dan Pupuk Organik Rp800/kg.

“Ini bukan sekadar angka. Tapi wujud keadilan bagi petani kita,” tegasnya.

Khalid juga mendorong adanya sinergi antara semua pihak, termasuk PT Pupuk Indonesia Holding Company dan Kementerian Pertanian, dalam melakukan pengawasan yang ketat terhadap distribusi dan penetapan harga pupuk subsidi di lapangan.

Ia menilai distribusi pupuk yang adil menjadi kunci keberhasilan pembangunan sektor pertanian di Aceh.

“Kalau kita ingin Aceh kuat di sektor pangan, maka pastikan kebutuhan petani terpenuhi, dan itu dimulai dari distribusi pupuk yang adil,” pungkasnya.

 

BACA JUGA:  9 Penjarah Rumah Uya Kuya Ditangkap, Polisi Masih Buru Pelaku Lainnya