BOGOR, INDORAYA TODAY – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mendorong perguruan tinggi di wilayahnya untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi warga kurang mampu. Ia meminta agar kampus-kampus membuka peluang melalui skema beasiswa dan kolaborasi dengan dunia industri.
Langkah tersebut disampaikan Dedie saat memimpin pertemuan bersama para rektor dari 14 perguruan tinggi se-Kota Bogor di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (6/5/2025). Dalam forum itu, Dedie menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi.
“Ini menjadi konsen bersama, termasuk juga anak-anak Kota Bogor yang berkesempatan kuliah di Kota Bogor tetapi berasal dari keluarga tidak mampu, agar sama-sama dibantu dan dipikirkan bersama. Jangan sampai ketika sudah mendapatkan kesempatan, mereka tidak lulus karena kendala ekonomi,” kata Dedie.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Bogor, jumlah lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi baru mencapai 31,5 persen. Dedie menilai angka tersebut masih tergolong rendah, mengingat ketersediaan perguruan tinggi yang cukup representatif di Kota Bogor.
“Empat belas perguruan tinggi ini sangat representatif dan punya sejarah panjang, serta telah menghasilkan tokoh-tokoh di tingkat lokal maupun nasional. Jadi, kita ingin lebih banyak lagi warga Kota Bogor yang bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi,” ucapnya.
Dedie juga menekankan pentingnya promosi terhadap keberadaan perguruan tinggi di Bogor. Ia ingin menjadikan kota yang dikenal sejuk dan nyaman ini sebagai destinasi pendidikan unggulan, baik bagi warga lokal maupun dari luar daerah.
“Kota Bogor memiliki satu perguruan tinggi negeri dan 14 perguruan tinggi swasta, yang lulusannya telah terbukti mampu berkiprah di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.
Rektor Universitas Ibn Khaldun, Prof. Mujahidin, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyambut baik inisiatif Pemkot Bogor. Ia menyebut pertemuan ini sebagai langkah awal kolaborasi untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi warga Kota Bogor.
“Kalau misalnya karena ketidakmampuan ekonomi, kita akan carikan beasiswanya, sehingga mereka bisa melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Prof. Mujahidin juga menyampaikan bahwa pihak kampus bersama Pemkot Bogor akan mendata latar belakang lulusan SMA yang belum melanjutkan pendidikan. Langkah ini dilakukan untuk menyusun program pendampingan dan promosi pendidikan tinggi secara terstruktur.
“Dari hasil diskusi ini akan berlanjut dengan pertemuan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kemudian akan kita bentuk polanya, dan setelah itu akan ada pencanangan ajakan ‘Ayo Kuliah di Kota Bogor’,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan