INDORAYATODAY.COM – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menilai rencana pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri sebagai langkah positif yang dapat menjadi wadah pembicaraan demi kemajuan bangsa.

“Sebenarnya pertemuan sesama tokoh-tokoh bangsa tersebut sudah seyogyanya dilakukan dan ini merupakan hal yang baik,” kata Bahlil saat berada di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (10/5/2025).

Bahlil menyebut pertemuan Presiden Prabowo dengan para tokoh bangsa, termasuk Megawati, penting untuk merumuskan gagasan-gagasan besar yang dapat menunjang pembangunan nasional. Ia juga mengungkapkan bahwa Prabowo sebelumnya telah menemui beberapa tokoh seperti Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 RI Joko Widodo, dan Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno.

“Saya yakin dan percaya bahwa pertemuan Presiden Prabowo dengan tokoh-tokoh itu bagus dalam membangun pikiran-pikiran yang baik untuk pembangunan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan bahwa Istana saat ini sedang menyusun jadwal pertemuan antara Prabowo dan Megawati.

“Betul,” ujar Prasetyo singkat saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (9/5/2025).

Prasetyo menambahkan bahwa proses pengaturan pertemuan dilakukan sebagai tindak lanjut atas pernyataan Megawati dalam pidatonya di acara Trisakti Tourism Award, di mana ia menyebut Prabowo masih merindukan nasi goreng buatannya.

“Sedang diatur, tenang aja,” kata Prasetyo.

Pertemuan antara kedua tokoh itu diyakini memiliki arti penting, tidak hanya secara simbolis sebagai jalinan silaturahmi, tetapi juga sebagai momen bertukar pikiran untuk kepentingan negara. (*)

BACA JUGA:  Prabowo Bertemu Megawati Selama 1,5 Jam, Dasco: Pertemuan Hangat dan Penuh Keakraban