INDORAYA TODAY – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan komitmennya menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor unggulan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor. Hal ini ia sampaikan saat bertemu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Kantor Kemenparekraf, Jakarta, baru-baru ini.

Dalam pertemuan tersebut, Dedie memaparkan arah pembangunan jangka panjang Kota Bogor yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045. Kota Bogor, katanya, telah menetapkan diri sebagai kota sains kreatif yang maju dan berkelanjutan.

“Potensi pekerja dan masyarakat yang bergerak di bidang ekonomi kreatif di 17 subsektor tentu, jika sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, akan sangat terbantu apabila ada langkah-langkah konkret agar 17 subsektor Ekraf benar-benar menjadi unggulan ekonomi bagi masyarakat, terutama yang selama ini belum mendapat perhatian,” ujar Dedie.

Sebagai bentuk nyata, Pemerintah Kota Bogor telah membentuk komunitas pelaku ekonomi kreatif bernama Reka yang saat ini beranggotakan sekitar 400 orang. Anggota komunitas ini berasal dari berbagai kelompok usaha kreatif seperti kriya, kuliner, hingga fesyen.

“Potensi ini ada, dan kami sampaikan bahwa perlu juga dukungan dari kementerian di pusat untuk mendorong lembaga-lembaga pendidikan agar melakukan akselerasi atau membuka jurusan yang dibutuhkan guna meningkatkan jumlah tenaga ahli di bidang 17 subsektor tersebut,” lanjutnya.

Menteri Ekraf Teuku Riefky merespons positif inisiatif tersebut. Ia menyebut ada sejumlah program pemberdayaan ekonomi kreatif yang siap dijalankan di Bogor melalui kolaborasi dengan lembaga keuangan dan swasta.

Program-program tersebut akan difokuskan pada pelatihan, peningkatan kapasitas, dan penyediaan narasumber untuk mendorong kemajuan sektor ekonomi kreatif di Kota Bogor.

BACA JUGA:  Tak Semua Bisa Masuk Sekolah Negeri, Pemkot Depok Siapkan Solusi untuk Siswa Tak Tertampung SPMB