INDORAYATODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto mengajak sektor swasta, baik dalam maupun luar negeri, untuk berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Hal itu disampaikan dalam pidato penutupan International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta Convention Center, Kamis (12/6), yang dihadiri 7.000 peserta dari 33 negara.

Salah satu proyek besar yang menjadi sorotan adalah pembangunan tanggul laut raksasa di Pantai Utara (Pantura) Jawa sepanjang 500 kilometer.

Proyek ini ditaksir membutuhkan anggaran hingga USD 80 miliar atau sekitar Rp1.300 triliun, membentang dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur.

“Proyek ini sudah ada dalam rencana sejak 1995, tapi kali ini tidak ada lagi penundaan. Kita akan mulai, tidak perlu banyak bicara lagi,” tegas Prabowo.

Presiden menyebut peran negara tetap krusial dalam mengatasi kemiskinan, kelaparan, dan pendidikan, namun untuk pembangunan fisik dan konstruksi, partisipasi swasta dinilai sangat penting.

“Kita butuh mitra yang efisien dan menguasai teknologi modern. Pemerintah akan menyederhanakan prosedur agar investasi lebih mudah dan aman,” ujar Prabowo.

Pemerintah juga telah membentuk Badan Pengelola Dana Investasi (BPI) Danantara sebagai bentuk dukungan nyata untuk meningkatkan kepercayaan investor melalui skema pembiayaan bersama.

Tahap Awal Dimulai dari Jakarta-Semarang

Pembangunan tanggul laut akan dimulai dari kawasan Jakarta hingga Semarang, dengan proyek awal di Teluk Jakarta yang diperkirakan membutuhkan waktu 8–10 tahun.

Sementara proyek keseluruhan hingga Jawa Timur bisa mencapai 15–20 tahun. Presiden Prabowo menyampaikan optimisme tinggi dan menyebut pembangunan ini sebagai langkah konkret mewujudkan ketahanan wilayah dan perlindungan kawasan pesisir.

“Perjalanan seribu kilometer dimulai dari satu langkah. Kita mulai sekarang,” kata Presiden berseloroh sambil menyebut sedang mencari nama badan otorita tanggul laut Pantura.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Soroti Regulasi Rumit: Minta Pejabat Sederhanakan Aturan Migas

5 Prioritas Strategis Infrastruktur Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memaparkan lima prioritas utama infrastruktur nasional yang dirancang untuk menjawab tantangan masa depan:

Ketahanan Pangan dan Air: Rehabilitasi 2,5 juta hektare irigasi, pembangunan bendungan, sistem logistik pertanian, dan penyediaan air minum.

Energi Bersih: Penambahan 69,5 GW listrik dengan 76% berasal dari energi terbarukan dalam RUPTL 2025–2034.

Konektivitas Nasional: Penguatan transportasi terpadu dan konektivitas digital, dengan prioritas kawasan timur Indonesia.

Kota Layak Huni dan Tangguh: Investasi di perumahan rakyat, transportasi hijau, pengendalian banjir, dan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Reformasi Pembiayaan Infrastruktur: Dorongan kolaborasi pemerintah-swasta melalui skema KPBU, green bonds, dan blended finance.

Menurut AHY, forum ICI menjadi momentum penting memperkenalkan arah baru pembangunan yang menggabungkan prinsip keadilan sosial, kedaulatan nasional, dan keberlanjutan lingkungan. (*)