DEPOK, INDORAYA TODAY – Emosi emak-emak di Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, meledak. Mereka geram dengan aksi pembakaran sampah atau biasa disebut ‘nabun’ yang kerap terjadi di depan permukiman mereka.

Aksi membakar sampah itu diduga dilakukan oleh pemilik peternakan kambing yang berdiri persis di seberang Perumahan Grand Haikal Tujuh. Kepulan asap tebal hampir tiap pagi dan malam menyelimuti kawasan tersebut, membuat warga resah dan terganggu.

“Ya memang itu sering banget ada asap tiap pagi sama malem, gara-gara pembakaran sampah,” ujar Fitri (40), salah satu warga setempat, Jumat (25/7/2025).

Dampaknya tak main-main. Asap hasil pembakaran sampah itu disebut menyebabkan seorang anak kecil di kompleks perumahan tersebut jatuh sakit hingga mengidap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan harus dirawat di rumah sakit. “Sampai ada (anak kecil) yang kena Ispa, terus dirawat,” tambah Fitri.

Jennesh (45), warga lainnya, mengaku sudah berkali-kali menegur pemilik peternakan, namun tidak digubris. Yang bikin warga makin naik darah, pemilik peternakan justru berdalih dengan menyebut dirinya “pribumi” di lokasi itu.

“Udah beberapa kali dibilangin, malah mereka (pemilik peternakan) ini nyebutnya, kami kan pribumi sini,” ucap Jennesh kesal.

Tak mau tinggal diam, emak-emak di perumahan tersebut akhirnya turun tangan. Mereka nekat mendatangi langsung pemilik peternakan dan menggelar aksi protes.

“Kemarin tuh, kita demo bersembilan dari emak-emak di sini. Karena memang saking bahayanya asap itu,” tegas Jennesh.

Warga berharap pemerintah setempat segera turun tangan dan memberikan tindakan tegas agar kejadian serupa tak kembali terulang. Mereka khawatir dampak kesehatan akan semakin parah jika pembakaran sampah dibiarkan terus-menerus.

BACA JUGA:  Cing Ikah Ajak Warga Depok Aktif Perbarui Dokumen Kependudukan demi Layanan Publik yang Lebih Baik