DEPOK, INDORAYA TODAY – Tujuh mata elang alias matel dibekuk polisi dalam razia Operasi Pekat 2025. Mereka kedapatan tengah mengintai calon target penarikan kendaraan di wilayah Sukmajaya, Kota Depok. Dari tangan mereka, polisi menemukan dokumen-dokumen mencurigakan yang mengindikasikan modus baru dalam praktik penarikan unit di jalan.

Yang bikin geger, para matel ini ternyata membeli data-data pribadi milik debitur, yang seharusnya dilindungi oleh pihak pembiayaan. Data itu kemudian digunakan untuk menentukan sasaran kendaraan yang akan mereka buru dan tarik secara paksa.

“Ya, menurut informasi mereka masih bekerja di beberapa finance atau pembiayaan,” kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, dikutip dari situs resmi Pemkot Depok, Minggu (3/8/2025).

Penangkapan ini berlangsung di sejumlah titik, salah satunya di Jalan Legong, Kecamatan Sukmajaya. Ketika disergap, para pelaku sempat kaget dan mencoba mempertanyakan pemeriksaan yang dilakukan aparat.

Polisi yang melakukan penggeledahan menemukan sejumlah barang bukti, mulai dari BPKB milik orang lain hingga tumpukan data pribadi yang diduga kuat dipakai untuk melacak posisi kendaraan milik nasabah. Tak ada perlawanan berarti. Ketujuh matel itu langsung digelandang ke Mapolres Metro Depok.

“Ya, hari ini, siang ini sudah kita laksanakan patroli bersama teman-teman Reskrim dari Polres Metro Depok dan sudah kita amankan sebanyak tujuh orang yang diduga sebagai matel di daerah Sukmajaya,” jelas AKP Made.

Operasi ini, kata Made, merupakan bagian dari rangkaian Operasi Pekat Jaya 2025 yang menyasar kejahatan jalanan, termasuk aksi penarikan paksa kendaraan yang belakangan ramai dipersoalkan warga.

“Sesuai dengan apa yang diberitakan di media sosial, langsung kita melakukan gerak cepat untuk melakukan tindakan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Ternyata Ini Alasan Kuat Presiden Prabowo Gelar Retret Kabinet di Hambalang

Tak hanya menangkap pelaku, polisi juga menyita empat unit sepeda motor yang digunakan matel untuk operasional. Seluruh motor itu kini tengah diperiksa kelengkapan surat-surat dan status kepemilikannya.

“Untuk motor sudah diamankan, sudah ada empat unit dan nanti akan kita lakukan pemeriksaan secara mendetail, apakah memang motor-motor tersebut memiliki surat yang sah atau tidak,” tuntas Made.