DEPOK, INDORAYA TODAY – Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Balaikota Depok, Jumat (24/10) malam, menjadi penanda babak baru.

Ribuan santri, kiai, dan warga memadati area Depok Open Space untuk pertama kalinya. Ya, sejak 2015 pemerintah menetapkan hari santri, baru kali ini perayaan digelar dengan semarak dan penuh khidmat. Acara tersebut sekaligus menjadi simbol perubahan, pasca transisi politik dari PKS ke Gerindra.

‎Ketua PCNU Kota Depok, Kiai Achmad Solechan, menegaskan bahwa momentum Hari Santri adalah pengingat akan peran besar kaum santri dalam menjaga bangsa dan negara.

‎“Hari Santri ditetapkan pemerintah sejak 2015 sebagai pengakuan negara terhadap perjuangan para santri, yang dimulai dari Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Artinya, pengorbanan santri tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujarnya ketika memberikan sambutan dalam acara Ngaji Bareng Gus Iqdam sekaligus Peringatan Hari Santri 2025 di Lapangan Balaikota Depok, Jumat (24/10).

‎Menurut Kiai Achmad, Depok kini menjadi rumah yang inklusif dan ramah bagi seluruh warganya. “Wali Kota Depok sendiri adalah seorang santri. NU Depok mendapat tempat yang baik dalam berkontribusi bagi masyarakat. Inilah bukti bahwa Depok melayani semua warganya tanpa membedakan latar belakang,” katanya.

‎Ia juga mengingatkan pentingnya kerja sama lintas kelompok masyarakat. Kiai Achmad menyinggung pengalaman dua tahun lalu ketika NU Depok sempat berkomunikasi dengan Asosiasi Pedagang Ayam Kota Depok.

‎“Hal itu menegaskan bahwa NU tidak hanya bergerak di ranah keagamaan, tetapi juga berusaha hadir di tengah problem ekonomi dan kesejahteraan warga,” ujarnya.

‎Peringatan Hari Santri kali ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, yang menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi kaum santri dalam pembangunan kota. Hadir pula Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pradi Supriatna, serta penceramah kondang Gus Iqdam.

‎Dalam kesempatan itu, Kiai Achmad juga menyinggung ihwal peringatan Hari Santri 2025 di Depok malam ini. ‎Menurutnya, hal tersebut menjadi momentum refleksi 20 tahun lebih perjalanan kaum santri yang dahulu sempat tak mendapat ruang pengakuan.

‎”Kini, dengan penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri sejak 2015, para santri mendapatkan tempat terhormat dalam sejarah bangsa,” pungkasnya. (sol/**)

BACA JUGA:  Presiden Trump Beri Apresiasi Khusus kepada Presiden Prabowo di KTT Perdamaian Gaza