DEPOK, INDORAYA TODAY – Ketua Dekranasda Kota Depok, Siti Barkah Hasanah Supian Suri atau Cing Ikah, menegaskan bahwa Ikabento Fair 2025 harus menjadi pilot project dalam mendorong UMKM Depok naik kelas. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri pameran UMKM Ikabento Fair di Pesona Square, Sabtu (15/11/2025).

Dalam evaluasinya, Cing Ikah menyebut produk UMKM Depok saat ini terbagi dalam tiga kategori, yakni utama, madya, dan pemula. Beberapa produk berbahan daur ulang seperti tas dari plastik bekas kopi dinilai masuk kategori utama karena kreativitas dan kualitas penjahitannya yang sudah baik. Ia juga menyoroti produk nata de coco yang dinilai berpotensi menjadi brand unggulan Kota Depok.

Cing Ikah meminta Ikabento mendata seluruh UMKM peserta pameran untuk memastikan pembinaan dapat dilakukan secara berjenjang. Menurutnya, pendampingan harus dilakukan secara intensif agar para pelaku usaha memiliki arah pengembangan yang jelas. “Saya ingin Ikabento menjadi organisasi komunitas UMKM yang sukses dan menjadi pelopor naik kelasnya para pelaku usaha Depok,” ujarnya, seusai membuka Ikabento Fair 2025.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan lanjutan akan diberikan dengan membagi kebutuhan pelaku UMKM berdasarkan kategori. Bagi UMKM yang sudah utama, akan dihadirkan narasumber sukses untuk memperkuat strategi pemasaran, sementara pelaku usaha pemula akan dibimbing langsung oleh DKUM. “Kita kawal terus agar mereka tahu apa yang kurang dan dapat diperbaiki,” kata Cing Ikah.

Soal tantangan pemerintah, Cing Ikah menekankan pentingnya data UMKM yang akurat agar pembinaan bisa dilakukan tepat sasaran. Pemerintah juga terus berkolaborasi dengan pusat perbelanjaan, BUMN, hotel, dan berbagai pihak untuk membuka lebih banyak ruang promosi bagi pelaku UMKM. Ia bahkan menitipkan pesan khusus kepada Pesona Square agar menyiapkan ruang permanen bagi produk-produk Ikabento.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Bekasi Buka Turnamen Voli Bamus Cup 2025, Titipkan Pesan Sportivitas

Selain itu, Pemerintah Kota Depok telah membuka akses permodalan melalui kerja sama dengan Bank BJB, BRI, hingga dukungan Baznas untuk membantu pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pelaku UMKM, termasuk usaha yang telah berjalan minimal tiga bulan.

Cing Ikah juga menyoroti pentingnya pemasaran digital yang kini menjadi tren utama perdagangan. Ia menyebut pelaku UMKM kategori utama akan difokuskan pada pelatihan marketing digital melalui kolaborasi dengan para kreator dan youtuber. Diskominfo Depok turut disiapkan untuk membantu perluasan akses UMKM pada platform digital.

Cing Ikah berharap Ikabento Fair 2025 menjadi momentum besar bagi UMKM Depok untuk memperkuat kepercayaan diri, meningkatkan legalitas usaha, serta memperluas jaringan pemasaran. “Kalau bukan kita yang mencintai produk lokal Depok, siapa lagi?” tegasnya.