DEPOK, INDORAYA TODAY – Ketua Umum Ikabento, Hamzah, tampil menguatkan arah baru Ikabento dalam membangun ekosistem UMKM Kota Depok. Dorongan dari Ketua Dekranasda dan Ketua TP-PKK Kota Depok, Siti Barkah Hasanah Supian Suri atau Cing Ikah, langsung ditangkap cepat oleh Hamzah untuk mengonsolidasikan potensi besar alumni lintas angkatan.

Hamzah menyebut arahan Cing Ikah agar Ikabento berkembang sebagai brand oleh-oleh Kota Depok bukan hanya inspiratif, tetapi juga realistis melihat banyaknya UMKM binaan yang telah memiliki izin usaha hingga sertifikat halal.

“Bu Wali sudah ngasih kode supaya Ikabento ini berkembang. Sekarang ada binaan UMKM, kenapa enggak UMKM-nya itu dikumpulkan, produknya jadi satu, kasih nama Ikabento,” ujarnya, dalam acara Ikabento Fair 2025 di Mall Pesona Square, Sabtu (15/11/2025)

Ia memastikan legalitas Ikabento sudah lengkap, mulai dari perizinan hingga akta pendirian. Saat ini pihaknya tengah menyiapkan langkah konsolidasi seluruh pengurus, pembina, hingga senior-junior lintas angkatan untuk memutuskan strategi besar ke depan. “Ini akan kami rapatkan dengan seluruh pengurus supaya ada tindak lanjut,” tegasnya.

Dorongan untuk menjadikan Ikabento sebagai brand makanan atau produk khas Depok semakin kuat mengingat sudah banyak UMKM binaan yang memenuhi standar produksi. Hamzah menilai potensi alumni yang tergabung sangat besar dan layak didorong menjadi motor UMKM lokal.

“Potensinya luar biasa. Yang sudah sukses juga banyak. Kenapa kita enggak ikuti apa yang disarankan Ketua Dekranasda,” katanya.

Salah satu target besar Ikabento adalah pengembangan pujasera UMKM Kota Depok. Gagasan tersebut sudah bergulir dan kini masuk tahap pengkajian mendalam. Hamzah menegaskan bahwa seluruh keputusan mengenai lokasi, permodalan, hingga strategi pemasaran akan diputuskan bersama dalam rapat resmi Ikabento.

BACA JUGA:  Waspada! Bekas Galian di Jalan Kartini Depok Memakan Korban

Dalam kegiatan Ikabento Fair 2025 di Pesona Square, Sabtu (15/11/2025), Hamzah juga menghadirkan DKUM, Disperindag, dan Dinkes untuk memberi masukan terkait proses legalitas UMKM. Seluruh UMKM binaan yang belum memiliki izin lengkap akan difasilitasi secara gratis melalui APBD Kota Depok. “Ini semua pembinaan yang belum punya legalitas sampai sertifikasi halal, akan kita bantu urus,” ujar Hamzah.

Saat ini, lebih dari 50 UMKM aktif berada di bawah Ikabento, dengan kegiatan rutin per tiga bulan. Namun jumlah tersebut diyakini jauh lebih besar karena belum semua alumni hadir akibat keterbatasan tempat. “Targetnya sebanyak mungkin, karena alumni dari tahun 1983 sampai 2004 itu potensinya besar,” jelasnya.

Pada momen seremonial, Ikabento juga membagikan bibit cabai kepada peserta sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan Kota Depok. Hamzah menyebut bibit cabai merupakan instruksi langsung Wali Kota Depok agar masyarakat ikut menanam pangan di rumah masing-masing. “Ikabento itu harus punya manfaat, untuk alumni dan masyarakat Kota Depok,” tuturnya.

Hamzah memastikan arah Ikabento semakin jelas: membangun brand UMKM Depok, memperkuat legalitas, dan membuka ruang kolaborasi luas bersama pemerintah. “Insya Allah keputusan soal brand Ikabento akan dibahas di rapat pengurus,” pungkasnya.