DEPOK, INDORAYA TODAY – Ketua TP PKK Kota Depok, Siti Barkah Hasanah Supian Suri, yang akrab disapa Cing Ikah, menegaskan komitmennya agar seluruh anak di Kota Depok dapat mengenyam pendidikan tanpa terkendala biaya. Hal itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis Lembaga Kesejahteraan Sosial di Aula BJB Kota Depok, Kamis (20/11/2025).

Menurut Cing Ikah, program ini menargetkan “Zero ATS” atau zero anak tidak sekolah. Ia menjelaskan, pemerintah kota bersama TP PKK, Dinas Pendidikan, dan lembaga mitra telah menyiapkan berbagai jalur pendidikan gratis, khususnya untuk jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP.

“Tidak boleh ada anak Depok yang tidak sekolah. Semua wajib mengikuti minimal satu tahun di PAUD, TK, atau RA, lalu melanjutkan ke SD dan SMP. Ini komitmen kita, zero ATS,” kata Cing Ikah.

Ia menambahkan, pemerintah kota juga menggandeng sekolah swasta melalui program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) untuk menampung siswa SMP agar tidak terbebani biaya pendidikan. Program ini juga diawasi universitas agar kualitas pendidikan tetap terjaga.

Cing Ikah mendorong masyarakat dan pengasuh anak untuk mendata anak-anak yang belum sekolah, kemudian berkoordinasi dengan kelurahan setempat. “Segera laporkan ke Dinas Sosial, kita carikan solusinya bersama. Bahkan untuk anak berusia lebih dari 20 tahun, bisa masuk Paket A, B, atau C di BKBN,” ujarnya.

Lebih jauh, Cing Ikah menekankan kolaborasi antarinstansi untuk memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang sesuai. Dinas Tenaga Kerja, misalnya, akan menyiapkan pelatihan life skill bagi anak-anak yang bersekolah di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

“Ini bukan sekadar program formalitas. Semua anak harus merasakan manfaatnya. Pemerintah siap mendukung, baik dari sisi legalitas maupun pendanaan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Pro Kontra Isu Masjid: Antara Supian-Chandra dan 'Dosa Anggaran' Rezim Lama

Cing Ikah juga menyinggung kendala pendirian sekolah negeri baru yang mahal, sehingga kolaborasi dengan sekolah swasta menjadi solusi cepat dan efektif. Ia berharap, seluruh orang tua di Depok memahami mekanisme ini dan memanfaatkan kesempatan yang ada.

Program ini merupakan upaya nyata Pemkot Depok untuk menegakkan hak anak atas pendidikan dan menekan angka putus sekolah, sekaligus memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga melalui pengawasan universitas mitra.

Dengan langkah ini, Cing Ikah ingin memastikan tidak ada anak Depok yang kehilangan kesempatan belajar, sesuai cita-cita wajib belajar 13 tahun dan zero ATS di seluruh kota. (Ihsan Ramdani)