INDORAYATODAY.COM  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kini mengandalkan inovasi digital melalui aplikasi “Bogor Besti” dalam upaya percepatan penanganan isu stunting di wilayahnya.

Aplikasi ini dirancang sebagai pangkalan data komprehensif sekaligus panduan bagi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, yang juga menjabat sebagai Ketua TPPS Kota Bogor, menjelaskan bahwa Bogor Besti merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.

Jenal menyebut, aplikasi tersebut berfungsi sebagai trigger, database, dan guidance bagi TPPS dalam melaksanakan tugas penanganan stunting, sejalan dengan prioritas Pemkot Bogor terhadap penguatan data berbasis akurasi.

“Aplikasi ini sebagai trigger, database, dan guidance bagi kami tim TPPS untuk menangani stunting. Ke depan, akan kita tambah fitur disabilitas dan akan kita data treatment atau intervensi apa yang bisa diberikan,” ujar Jenal.

Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa aplikasi Bogor Besti memuat lima kategori sasaran, yakni bayi bawah dua tahun (baduta), bayi bawah lima tahun (balita), ibu hamil, ibu nifas, serta calon pengantin (catin).

Keakuratan data menjadi fokus utama, di mana data dihimpun per-Rukun Warga (RW) dan diperbarui oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK). Total lebih dari 2.400 TPK terlibat dalam pemutakhiran data setiap harinya.

“Yang mengisi dan meng-update adalah Tim Pendamping Keluarga, totalnya lebih dari 2.400 TPK yang bertugas mengawasi dan memperbarui data dalam aplikasi Bogor Besti,” jelasnya.

Jenal Mutaqin turut mengungkapkan bahwa angka stunting Kota Bogor saat ini berada pada angka 1.491 dan terus menunjukkan tren penurunan. Berkat berbagai inovasi yang dilakukan, termasuk pengembangan aplikasi ini, Kota Bogor berhasil meraih predikat sebagai Kota Terinovasi se-Jawa Barat dalam penanganan stunting.

BACA JUGA:  Indeks Toleransi Depok Naik Tajam, Wali Kota Supian Suri Apresiasi Peran Masyarakat

“Insyaallah inovasi ini semakin memotivasi kami dan meyakinkan para donatur serta stakeholder bahwa bantuan yang diberikan sangat dibutuhkan dan benar-benar bermanfaat,” tandas Jenal Mutaqin.