INDORAYATODAY.COM – Bencana alam banjir bandang menerjang kawasan Lubuk Minturun, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Kamis (27/11) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Peristiwa nahas yang terjadi tanpa diduga ini mengakibatkan kerusakan parah pada permukiman warga dan memakan korban jiwa.
Laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat, sedikitnya empat warga ditemukan meninggal dunia akibat terjangan arus deras. Sementara itu, tim gabungan masih terus melakukan pendataan dan pencarian di lokasi, sehingga jumlah korban dikhawatirkan dapat bertambah.
Arus air bah datang tiba-tiba dengan kekuatan besar, membawa serta material berupa lumpur tebal, bebatuan, dan potongan kayu berukuran masif dari hulu. Terjangan tersebut menghancurkan bangunan yang berada di sepanjang jalur aliran air.
Dua unit rumah warga dilaporkan hanyut total tersapu derasnya banjir bandang. Sementara itu, puluhan rumah lainnya mengalami kerusakan dalam kategori berat dan sedang. Sejumlah kendaraan milik warga turut terseret arus; satu unit mobil ditemukan terpental di antara tumpukan material dan kendaraan lainnya masih terbenam lumpur.
Salah satu warga terdampak, Okman, menceritakan detik-detik mencekam saat bencana datang. “Waktu kejadian saya sedang tidur lelap. Saya terbangun karena mendengar suara gemuruh yang sangat kencang. Dalam hitungan detik, rumah saya sudah dihantam air deras yang membawa kayu besar,” ujar Okman dengan nada bergetar. Ia dan keluarga segera menyelamatkan diri.
Hingga Kamis pagi, Tim BPBD Kota Padang, dibantu personel TNI, Polri, dan relawan, masih berada di lokasi bencana untuk melakukan evakuasi, pendataan, dan pembersihan material. Prioritas utama saat ini adalah memastikan tidak ada lagi korban yang tertimbun dan mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

Tinggalkan Balasan