DEPOK, INDORAYA TODAY – Kasus kekerasan terhadap anak kembali menjadi sorotan di Kota Depok. Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan anak dan perempuan, seiring meningkatnya dampak psikologis yang dialami korban maupun lingkungan terdekat mereka.
Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Nessi Annisa Handari, mengungkapkan bahwa tren kekerasan terhadap anak sepanjang 2025 masih dalam tahap pendataan hingga akhir tahun. Namun, pola kasus menunjukkan dampak yang semakin luas, bukan hanya pada korban, tetapi juga keluarga dan orang-orang dekat yang turut merasakan tekanan psikologis.
“Yang kita dampingi secara psikologis itu bukan hanya korban, tetapi juga orang tua dan teman dekat yang ikut terdampak,” ujar Nessi saat ditemui di sela kegiatan Jambore Kader PKK Kota Depok Tahun 2025 di Kinasih Resort, Minggu (30/11/2025).
Menurut Nessi, setiap kasus kini harus dianalisis lebih dalam mengingat rangkaian efek emosional yang ditimbulkan semakin kompleks. Pendampingan tidak lagi cukup difokuskan pada korban saja, melainkan turut menyasar lingkar sosial terdekat yang mengalami tekanan akibat peristiwa kekerasan.
Nessi menegaskan bahwa program-program PKK Kota Depok yang dipimpin Cing Ikah sangat beririsan dengan upaya perlindungan anak, penguatan ketahanan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi. Hal ini menjadi penting untuk mencegah risiko kekerasan sejak tingkat keluarga.
“Program PKK banyak berkaitan dengan perlindungan anak, memastikan mereka mendapatkan haknya, serta memperkuat ketahanan keluarga dari sisi kesehatan hingga ekonomi,” tambahnya.
Jambore Kader PKK ini juga menjadi momen konsolidasi agar para kader lebih kompak dan memahami fungsi mereka dalam mendukung ketahanan keluarga. Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya pencegahan kekerasan dapat diperluas hingga level komunitas.
Tahun ini, PKK Kota Depok juga melakukan kunjungan langsung ke wilayah-wilayah untuk memantau kinerja kader, sekaligus mengidentifikasi potensi kerawanan sosial yang berkaitan dengan anak dan perempuan.
Sebagai Ketua Pelaksana Jambore PKK 2025, Nessi menyebut kegiatan ini menjadi ruang penguatan bagi kader untuk semakin aktif menciptakan lingkungan aman bagi perempuan dan anak. Ia berharap langkah-langkah kolaboratif antara PKK dan DP3AP2KB dapat memperkuat sistem perlindungan di tingkat keluarga dan masyarakat.
“Harapan kami dengan kegiatan ini para kader menjadi lebih semangat, lebih kompak, sehingga bisa melakukan banyak kegiatan positif untuk masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan