INDORAYATODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto langsung bertolak ke Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, pada Senin (1/12), usai meninjau wilayah terdampak bencana di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat banjir besar yang melanda wilayah tersebut berjalan cepat, termasuk dengan menjanjikan pembangunan akses darurat dan bendungan permanen bagi warga.
Sesaat setelah tiba, Presiden Prabowo meninjau langsung lokasi Jembatan Pante Dona yang putus total. Jembatan ini merupakan akses vital yang terputus akibat diterjang banjir, menyebabkan ribuan warga terisolasi dan jalur logistik terhenti total.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil langkah cepat. “Pemerintah akan mempercepat pembangunan akses darurat agar mobilitas masyarakat segera pulih,” ujar Presiden. Selain itu, rekonstruksi jembatan permanen juga akan diprioritaskan agar transportasi dan perekonomian masyarakat dapat bangkit kembali.
Kunjungan ini disambut hangat oleh pemerintah daerah. Menurut Bupati Aceh Tenggara, Bapak Salim Fakhry, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah, seorang Presiden Republik Indonesia datang ke Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara.
Setelah meninjau jembatan, Presiden Prabowo kemudian menuju Desa Bambel Baru untuk melihat langsung kondisi korban banjir yang kini tinggal di tenda-tenda darurat. Banjir besar ini memaksa sedikitnya 4.080 warga mengungsi setelah air bah datang tiba-tiba dan merendam permukiman serta fasilitas publik.
Di lokasi pengungsian, Presiden juga meninjau fasilitas seperti dapur umum, pos kesehatan, dan area logistik. Ia mendengarkan langsung cerita dan kebutuhan yang disampaikan warga. Salah seorang warga secara khusus meminta agar pemerintah membangun bendungan, sehingga panen jagung mereka tidak lagi terdampak banjir.
Mendengar permintaan tersebut, Presiden Prabowo berjanji akan menindaklanjuti. “Pemerintah akan memastikan pembangunan bendungan di wilayah ini,” tegasnya, memberikan harapan baru bagi masyarakat terdampak.

Tinggalkan Balasan