DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api maupun melakukan perayaan malam Tahun Baru secara berlebihan. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk empati kepada warga di sejumlah daerah, khususnya di Sumatera dan Aceh, yang hingga kini masih terdampak musibah.
Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan langkah yang juga diambil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, suasana pergantian tahun tetap dapat dirayakan dengan penuh kebahagiaan tanpa harus diwarnai euforia berlebihan.
“Kita sama seperti Jakarta, melarang masyarakat untuk melakukan pesta kembang api dan sejenisnya. Karena sampai saat ini saudara-saudara kita di Sumatera, Aceh masih merasakan kondisi musibah yang belum benar-benar pulih. Ini bagian dari empati kita,” ujar Supian Suri, di Depok, Rabu (24/10/2025).
Ia menekankan, Pemkot Depok tidak menutup ruang kegembiraan bagi masyarakat. Namun, perayaan tersebut diharapkan dilakukan secara sederhana, tertib, dan tidak berlebihan demi menjaga suasana tetap kondusif.
“Kita tetap punya ruang untuk bergembira, tetapi tidak harus bereforia. Ruang-ruang kegembiraan tetap ada, tetapi tidak terlalu berlebihan,” katanya.
Supian Suri juga mengajak seluruh unsur aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri, untuk bersama-sama melakukan pemantauan dan pengawasan selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kota Depok.
“Kami berharap dukungan dari aparat kepolisian, TNI-Polri, untuk memonitor dan memantau. Pada akhirnya, masyarakat juga kami minta ikut menjaga agar Nataru tahun ini benar-benar kondusif,” jelasnya.
Menanggapi kemungkinan adanya pusat keramaian atau perayaan di sejumlah lokasi, Supian menegaskan bahwa Pemkot Depok tidak mendorong adanya pesta besar yang bersifat euforia.
“Kalaupun ada, sifatnya relatif dan tidak bereforia. Yang penting tetap tertib, aman, dan saling menghormati kondisi saat ini,” tuntas Supian.

Tinggalkan Balasan