INDORAYATODAY.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB hingga Kamis (25/12/2025) sore, jumlah korban meninggal dunia tercatat terus bertambah hingga menyentuh angka 1.135 orang.

Terdapat penambahan enam korban jiwa dibandingkan laporan sebelumnya. Sementara itu, jumlah korban yang dinyatakan hilang masih berada di angka 173 orang, dan sebanyak 489.864 jiwa hingga kini masih bertahan di berbagai lokasi pengungsian.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa secara umum kondisi di lapangan mulai stabil. “Berdasarkan informasi hingga hari ini, tidak terdapat tambahan korban maupun dampak baru di luar banjir dan longsor yang terjadi sekitar satu bulan lalu,” jelas Abdul Muhari dalam keterangan resminya.

Bencana yang terjadi serentak di tiga provinsi ini memberikan dampak yang beragam di setiap daerah. Berikut adalah rincian data korban dan pengungsi:

Aceh: Menjadi wilayah dengan dampak pengungsi terbesar, mencapai 466.667 jiwa. Tercatat 503 orang meninggal dunia dan 31 orang masih dinyatakan hilang.

Sumatera Utara: Korban meninggal dunia mencapai 371 orang, dengan 70 orang hilang dan 13.262 jiwa mengungsi.

Sumatera Barat: Tercatat 261 orang meninggal dunia, 62 orang hilang, serta 9.935 jiwa masih berada di pengungsian.

Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai, BNPB bekerja sama dengan BMKG dan TNI terus mengupayakan langkah preventif melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan awan hujan agar tidak jatuh dengan intensitas tinggi di wilayah terdampak, guna meminimalkan risiko bencana lanjutan.

BACA JUGA:  Menbud: Indonesian Wave Sebagai Kekuatan Budaya Nasional di Kancah Dunia

Tim gabungan di lapangan juga tetap disiagakan untuk memantau titik-titik rawan, sembari memastikan distribusi logistik bagi hampir setengah juta pengungsi tetap berjalan lancar. Pemerintah berharap langkah-langkah mitigasi ini dapat memberikan rasa aman bagi warga di tengah suasana duka dan tantangan alam yang belum sepenuhnya mereda.