DEPOK, INDORAYA TODAY – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pradi Supriatna, menegaskan bahwa kegiatan ibadah di Wisma Sahabat Yesus (WSY), kawasan Jalan Margonda, Kelurahan Pondok Cina, Kota Depok, berlangsung dalam suasana harmonis dan penuh saling menghormati antarwarga.
Penegasan itu disampaikan Pradi usai melakukan kunjungan langsung ke Wisma Sahabat Yesus, Minggu (28/12/2025), menyusul ramainya isu di media sosial terkait dugaan pembatalan Misa Natal di lokasi tersebut.
Menurut Pradi, kehidupan berbangsa dan bernegara menuntut setiap warga untuk hidup berdampingan, saling mendukung, dan menghormati perbedaan, termasuk dalam menjalankan ibadah.
Pradi menyebut, urusan ibadah merupakan tanggung jawab pribadi kepada Tuhan, namun dalam kehidupan sosial, dialog dan komunikasi tetap menjadi kunci utama untuk menjaga harmoni.
Ia menekankan bahwa fakta di lapangan menunjukkan situasi yang jauh dari gambaran negatif yang beredar di media sosial. Aktivitas di Wisma Sahabat Yesus, kata Pradi, berlangsung tertib dan tidak menimbulkan gangguan di lingkungan sekitar.
“Yang dilihat langsung di lapangan sangat berbeda dengan yang dibayangkan. Suasananya berjalan baik dan harmonis,” ujar Pradi.
Dalam kunjungan tersebut, Pradi didampingi Kapolres Metro Depok beserta jajaran, serta Camat Beji Agus Sofan. Kehadiran unsur pimpinan daerah itu sekaligus memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Sebelumnya, sempat beredar kabar di media sosial mengenai pembatalan Misa Natal di Wisma Sahabat Yesus setelah adanya mediasi di Kantor Kelurahan Pondok Cina pada Selasa (23/12/2025). Isu itu menyebutkan adanya keberatan sebagian warga terkait peruntukan bangunan yang dinilai menyerupai gereja tanpa izin resmi.
Kabar tersebut telah dibantah oleh pimpinan Wisma Sahabat Yesus Depok, Romo Robertus Bambang Rudianto. Ia menegaskan tidak pernah ada pelarangan ataupun pembatalan ibadah Natal oleh warga.
Menurut Bambang, pertemuan dengan warga merupakan bentuk silaturahmi untuk saling memahami aktivitas yang berlangsung di Wisma Sahabat Yesus, yang selama ini menjadi pusat pendampingan mahasiswa dari berbagai kampus.
Bambang menjelaskan, Wisma Sahabat Yesus telah digunakan sebagai tempat kegiatan mahasiswa sejak 1989 dan selama ini berjalan tanpa konflik berarti dengan warga sekitar.
Ia juga memastikan bahwa keputusan tidak menggelar Misa pada 24 Desember 2025 murni karena keterbatasan waktu komunikasi dengan warga, bukan akibat larangan.
Pradi Supriatna menilai, polemik yang berkembang lebih disebabkan oleh kesalahpahaman dan narasi yang tidak utuh di media sosial. Ia mendorong semua pihak untuk mengedepankan dialog agar isu serupa tidak kembali terulang.

Tinggalkan Balasan