INDORAYATODAY.COM – Kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra, khususnya Aceh, tidak hanya melalui jalur birokrasi.

Presiden ke-8 RI tersebut dilaporkan langsung mengirimkan helikopter pribadinya untuk membantu mobilitas penanganan bencana di lapangan.

Kisah ini diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Ia menyebut, helikopter tersebut diserahkan langsung untuk digunakan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, guna memantau wilayah terdampak yang sulit dijangkau.

“Sejak minggu pertama bencana, Bapak Presiden langsung mengirimkan helikopter pribadi beliau ke Aceh untuk digunakan oleh Gubernur Aceh beserta tim,” ujar Teddy dalam konferensi pers di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2024).

Teddy menambahkan, helikopter tersebut diperbantukan tanpa batasan wilayah selama di Aceh. “Bisa digunakan ke mana pun untuk berkeliling Aceh. Ini ada beberapa fotonya,” lanjut Teddy sambil menunjukkan bukti dokumentasi kegiatan di lapangan.

Klarifikasi Soal 50 Helikopter Bantuan
Dalam kesempatan yang sama, Teddy juga menjawab rasa penasaran warganet terkait isu pengiriman 50 helikopter oleh Presiden Prabowo untuk penanganan bencana di Sumatra.

Teddy meluruskan bahwa total ada 53 helikopter yang dikerahkan. Armada tersebut merupakan sinergi dari berbagai instansi, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, Pertamina, hingga pihak swasta.

“Ini semuanya sejak awal sudah berada di tiga provinsi terdampak,” jelasnya.

Menurut Teddy, puluhan helikopter ini memiliki peran krusial sebagai “jembatan udara”. Mengingat banyak akses darat yang terputus akibat tanah longsor, helikopter inilah yang menjadi tumpuan untuk mendistribusikan logistik.

“Ke mana mereka? Mereka menerbangkan logistik ke daerah yang tidak terjangkau darat karena jalannya terputus. Mengantar bantuan langsung ke desa-desa, kepala desa, dan posko peninjauan,” pungkas Teddy.

BACA JUGA:  Instruksi Prabowo: Tindak Tegas Perusak Fasilitas Umum dan Penjarahan

Langkah cepat pemerintah dan keterlibatan bantuan swasta/pribadi ini diharapkan dapat mempercepat masa pemulihan, mengingat kegiatan belajar mengajar di daerah bencana ditargetkan mulai kembali pada 5 Januari mendatang.