DEPOK, INDORAYA TODAY – Warga Sawangan Baru mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang menuntaskan pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Enggram. Jalan yang selama ini menjadi titik kemacetan dinilai segera berubah menjadi akses utama yang lebih lancar dan tertata.
Ketua RT 03 RW 06 Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Abdul Kholik, mengatakan pelebaran Jalan Enggram disambut positif oleh masyarakat. Menurut dia, warga sejak awal mendukung penuh program tersebut karena menyentuh kebutuhan langsung masyarakat.
“Kalau tanggapan secara umum ya baik. Kami sebagai masyarakat setempat sangat menyambut baik adanya perluasan Jalan Enggram ini menjadi jalan utama,” kata Abdul Kholik, Selasa (30/12/2025).
Ia menjelaskan, kemacetan di Jalan Enggram selama ini berdampak luas, tidak hanya di badan jalan, tetapi juga merambat hingga ke area permukiman warga. Kondisi itu kerap mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Efek macetnya bukan cuma di pinggir jalan, tapi sampai ke dalam permukiman warga. Itu yang selama ini jadi persoalan,” ujarnya.
Karena itu, Abdul menegaskan seluruh warga mendukung pelebaran Jalan Enggram. Ia menyebut tidak ada penolakan dari masyarakat, termasuk dari para pemilik lahan yang terdampak proyek tersebut.
“Warga di sini setuju, semua mendukung program pemerintah,” kata dia.
Abdul menilai, pelebaran Jalan Enggram tidak hanya akan memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Selain itu, mobilitas masyarakat diyakini akan jauh lebih baik.
“Harapannya selain meningkatkan perekonomian, mobilitas warga juga jadi lebih baik,” ucapnya.
Ia juga menyoroti dampak positif bagi kenyamanan lingkungan. Dengan jalan utama yang lebih lebar dan lancar, kendaraan roda empat tidak lagi masuk ke kawasan permukiman.
“Warga pasti lebih nyaman karena kendaraan akan memilih jalan utama, tidak lagi masuk ke lingkungan permukiman,” kata Abdul.
Terkait keseriusan Pemkot Depok, Abdul menilai pemerintah sangat serius menangani persoalan kemacetan di wilayah Sawangan. Bahkan, ia menyebut program pelebaran Jalan Enggram sebagai program cepat.
“Kalau tingkat keseriusan, saya melihat ini 100 persen serius. Ini program cepat, bukan sekadar wacana,” ujarnya.
Menurut Abdul, seluruh proses pembebasan lahan telah rampung dan pembayaran sudah diterima oleh para pemilik hak lahan.
“Bukan cuma programnya diterima, tapi pembayarannya juga sudah diterima masing-masing pemilik lahan,” kata dia.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima warga, proses pembangunan fisik Jalan Enggram direncanakan dimulai pada pertengahan 2026 dan ditargetkan dapat digunakan pada 2027.
“Targetnya 2027 sudah bisa digunakan. Kita doakan, mudah-mudahan semua berjalan lancar,” pungkas Abdul.

Tinggalkan Balasan