INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mencatatkan capaian signifikan dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan sepanjang tahun 2025. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), pemda berhasil menjangkau sedikitnya 1,6 juta warga di seluruh wilayah Bumi Tegar Beriman.

Program yang digelar sebanyak 546 kali sepanjang tahun ini merupakan langkah konkret intervensi pemerintah daerah dalam melindungi daya beli masyarakat. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa GPM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kehadiran negara dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan harga terjangkau.

“Gerakan Pangan Murah ini adalah wujud kepedulian kami agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan tanpa terbebani fluktuasi harga kebutuhan pokok,” ujar Rudy Susmanto dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).

Putaran Ekonomi dan Kepuasan Publik Secara akumulatif, GPM tahun 2025 telah menyalurkan 2.300 ton komoditas pangan dengan nilai perputaran ekonomi mencapai Rp 34 miliar. Program ini melibatkan sinergi antara produsen pangan lokal dan jaringan distribusi di tingkat kecamatan, sehingga mampu menekan angka inflasi daerah secara efektif.

Efektivitas program ini pun tercermin dari tingkat kepuasan publik. Berdasarkan survei terhadap 582 responden, seluruh masyarakat menyatakan respons positif, dengan rincian 60 persen menyatakan sangat puas dan 40 persen menyatakan puas. Prestasi ini memacu Pemkab Bogor untuk menjadikan GPM sebagai program unggulan yang akan terus disempurnakan pada tahun mendatang.

Pembangunan Infrastruktur dan Spiritual Selain fokus pada perut rakyat, Bupati Rudy Susmanto juga menekankan pentingnya pembangunan fisik dan spiritual yang berimbang. Dalam rencana strategisnya, Pemkab Bogor menargetkan pembangunan Flyover Bomang – Tegar Beriman selesai pada 2027 untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.

Tak hanya itu, perhatian terhadap fasilitas religi juga ditingkatkan. Mulai Januari 2026, Pemkab Bogor akan merehabilitasi Masjid Raya di 40 kecamatan. Setiap masjid akan menerima stimulus sebesar Rp 100 juta guna meningkatkan kenyamanan jamaah, khususnya dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.

BACA JUGA:  Harga Jauh Lebih Murah, Warga Depok Serbu Gerakan Pangan Murah Pemkot

“Kunci utama keberhasilan pembangunan ini adalah kekompakan seluruh aparatur dan sinergi bersama masyarakat. Kami mengajak semua elemen untuk berkolaborasi membangun Bogor yang lebih maju, sejahtera, dan religius,” pungkas Rudy.