INDORAYATODAY.COM  – Perayaan malam pergantian tahun di sejumlah negara Eropa diwarnai aksi vandalisme dan kerusuhan massal. Di Prancis, otoritas keamanan melaporkan sebanyak 1.813 unit mobil hangus dibakar oleh massa selama malam Tahun Baru, Kamis (1/1/2026).

Wilayah Bas-Rhin, yang menaungi Kota Strasbourg, tercatat sebagai area dengan tingkat insiden tertinggi yakni sebanyak 117 unit mobil terbakar. Tak hanya itu, kekerasan serupa juga merembet ke wilayah Rhone dengan 82 kendaraan terbakar, disusul Gironde dan Val-d’Oise di pinggiran Paris.

Pemerintah Prancis sebenarnya telah menyiagakan sekitar 90.000 personel polisi untuk mengawal malam pergantian tahun. Namun, para petugas di lapangan justru menjadi sasaran serangan massa, seperti yang terjadi di kota Nimes dan Nanterre.

Kantor Kejaksaan Paris mengonfirmasi telah menangkap sedikitnya 125 orang di wilayah ibu kota. Mereka diamankan atas berbagai tuduhan, mulai dari kekerasan yang disengaja, partisipasi dalam kelompok perusak, hingga penyalahgunaan zat psikotropika.

Kondisi Serupa di Belanda dan Jerman Gelombang kekerasan juga melanda Belanda. Pihak kepolisian setempat melaporkan adanya aksi vandalisme massal dan serangan kembang api ke arah petugas layanan darurat. Insiden paling serius terkonsentrasi di distrik Kanaleneiland dan Overvecht. Otoritas bahkan terpaksa mengerahkan meriam air (water cannon) berkali-kali untuk melindungi petugas dari amuk massa.

Sementara itu di Jerman, polisi Berlin menahan sekitar 400 orang setelah perayaan Tahun Baru berubah menjadi anarki. Lebih dari 20 petugas dilaporkan terluka akibat ledakan petasan dan lemparan benda tumpul. Situasi mencekam juga dilaporkan terjadi di Hamburg dan Leipzig, di mana para perusuh melemparkan botol kaca ke arah aparat penegak hukum.

Rangkaian insiden ini memicu kekhawatiran global mengenai tren kekerasan di ruang publik saat momentum perayaan besar. Otoritas di berbagai negara tersebut kini tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengidentifikasi aktor intelektual di balik kerusuhan yang mencederai semangat awal tahun baru tersebut.

BACA JUGA:  Hubungan Militer Teheran-Moskow Menguat, Kesepakatan Rudal Canggih Terjalin