DEPOK, INDORAYA TODAY – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok meminta masyarakat tidak panik menyikapi temuan varian influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu di Indonesia. Meski memiliki tingkat penularan yang cepat, pemerintah memastikan situasi masih terkendali.
Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati, menegaskan kewaspadaan tetap perlu dilakukan dengan cara-cara sederhana namun konsisten. Masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.
“Tidak perlu panik, tapi tetap waspada. Konsumsi makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, dan olahraga teratur sangat penting untuk menjaga imunitas,” kata Mary di Depok, Senin (2/1/2025).
Selain itu, Dinkes Depok mengingatkan pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta menggunakan masker saat mengalami gejala flu.
Mary menambahkan, langkah-langkah pencegahan sederhana ini efektif memutus rantai penularan super flu yang diketahui bisa menyebar cepat dari satu orang ke orang lainnya.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI memastikan kondisi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam batas aman dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan varian influenza lainnya.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan secara global peningkatan kasus influenza A(H3) terpantau sejak musim dingin di Amerika Serikat. Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan kini dilaporkan di lebih dari 80 negara.
“Berdasarkan penilaian WHO, subclade K tidak menunjukkan peningkatan keparahan. Gejalanya mirip flu musiman seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar Prima, dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan.
Di kawasan Asia, varian ini telah dilaporkan di sejumlah negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Thailand. Meski menjadi varian dominan, tren kasus influenza di negara-negara tersebut justru menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.
Di Indonesia, hasil surveilans menunjukkan influenza A(H3) juga menjadi varian dominan. Pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) mendeteksi subclade K sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel di berbagai fasilitas kesehatan.
Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K di delapan provinsi, dengan kasus terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas pasien merupakan perempuan dan kelompok usia anak.
Kemenkes RI menegaskan akan terus memperkuat surveilans dan kesiapsiagaan. Masyarakat juga diimbau melakukan vaksinasi influenza tahunan, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.
Dinkes Depok kembali mengingatkan warga untuk tetap di rumah saat sakit, menggunakan masker, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika gejala tidak membaik dalam tiga hari atau semakin berat.

Tinggalkan Balasan