INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Penunjukan ini menandai langkah strategis federasi menghadapi agenda internasional padat sepanjang 2026.

Penunjukan John Herdman diumumkan secara serentak melalui kanal resmi PSSI dan akun media sosial Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026) sore WIB. Federasi menilai Herdman sebagai figur dengan pengalaman internasional yang relevan untuk meningkatkan daya saing tim nasional.

Dalam pernyataan resminya, PSSI menyebut Herdman sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil mengantarkan tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Rekam jejak tersebut menjadi dasar utama kepercayaan federasi.

Herdman lahir di Consett, County Durham, Inggris, pada 19 Juli 1975. Ia tidak meniti karier panjang sebagai pemain profesional dan sejak usia muda memilih jalur kepelatihan. Karier profesionalnya dimulai di Selandia Baru, menangani tim kelompok umur sebelum dipercaya menjadi pelatih tim nasional putri Selandia Baru pada 2006–2011.

Selama periode tersebut, Herdman membawa Selandia Baru tampil di Piala Dunia Wanita FIFA 2007 dan 2011. Kesuksesan itu membuka jalannya ke Kanada. Pada 2011, ia ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional putri Kanada dan mengantar tim tersebut meraih dua medali perunggu Olimpiade pada Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016.

Langkah penting diambil Herdman pada 2018 ketika beralih menangani tim nasional putra Kanada. Di bawah arahannya, Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar, mengakhiri penantian selama 36 tahun. Prestasi tersebut turut mendongkrak peringkat FIFA Kanada dari posisi 77 ke 33 dunia.

Di balik reputasi tersebut, nama John Herdman juga pernah dikaitkan dengan kontroversi. Media Kanada mengungkap dugaan keterlibatannya dalam praktik pemantauan latihan lawan menggunakan drone saat Olimpiade 2024 di Paris.

BACA JUGA:  Incar Juara AFF 2026, PSSI Panggil Para Pemain Abroad

Media Sportsnet melaporkan kasus tersebut berujung pada proses disiplin oleh Federasi Sepak Bola Kanada. Dalam pernyataan resminya pada November, federasi menyebut adanya potensi pelanggaran Kode Etik dan Perilaku oleh mantan pelatih tim nasional putra Kanada.

Terlepas dari kontroversi tersebut, PSSI menilai pengalaman Herdman membangun tim nasional dari fondasi menjadi modal penting bagi Timnas Indonesia.

Memasuki 2026, Timnas Indonesia akan menghadapi kalender kompetisi yang padat. Timnas senior dijadwalkan tampil pada FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026.

Selain itu, Indonesia juga akan menjalani FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November. Timnas Indonesia juga dijadwalkan tampil pada Piala AFF 2026 yang akan bergulir mulai 25 Juli 2026.

Dengan menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala, PSSI menempatkan pengalaman Piala Dunia sebagai fondasi pengembangan Timnas Indonesia. Agenda internasional sepanjang 2026 akan menjadi ujian awal bagi Herdman dalam membangun tim nasional yang lebih kompetitif di level regional dan global.