INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Depok mencatat penguatan signifikan pada upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sepanjang 2025. Sejumlah indikator menunjukkan ketahanan keluarga dan remaja terhadap narkoba berada pada kategori sangat tinggi, melampaui rata-rata capaian nasional.

Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Kota Depok Purwoko Nugroho mengatakan, indeks ketahanan keluarga anti narkotika di Kota Depok mencapai skor 94,129 pada 2025 atau masuk kategori sangat tinggi.

“Indeks ketahanan keluarga anti narkotika Kota Depok berada di angka 94,129. Angka ini lebih tinggi dibanding capaian nasional yang berada di 89,655,” ujar Purwoko, dikutip Sabtu (03/01/2026).

Selain itu, indeks ketahanan diri remaja anti narkotika di Kota Depok juga tercatat sebesar 60,43 dan masuk kategori sangat tinggi. Capaian tersebut berada di atas rata-rata nasional yang tercatat 57,72.

“Ini menunjukkan bahwa peran keluarga dan lingkungan masih cukup kuat dalam membentengi remaja dari penyalahgunaan narkotika,” kata Purwoko.

Di sisi lain, indeks keterpulihan kawasan rawan narkotika di Kota Depok mengalami peningkatan dari skor awal 2,05 (kategori waspada) menjadi 2,16 dan naik ke kategori siaga.

“Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi kawasan melalui intervensi program P4GN yang dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Sementara itu, indeks kemandirian partisipatif masyarakat tercatat sebesar 3,39 dengan kategori sangat mandiri, meskipun masih sedikit di bawah capaian nasional sebesar 3,66.

Sepanjang 2025, BNNK Depok juga mencatat sebaran informasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menjangkau 71.085 orang melalui berbagai media, mulai dari tatap muka, media cetak, radio, hingga baliho.

“Upaya diseminasi informasi P4GN kami lakukan secara masif agar pesan pencegahan bisa menjangkau masyarakat luas,” kata Purwoko.

BACA JUGA:  Wali Kota Depok Minta Pejabat Tak Hanya Urus Rutinitas, Tapi Beri yang Terbaik untuk Warga

Selain itu, pelaksanaan tes urine terhadap 1.399 orang sepanjang 2025 menunjukkan seluruh hasil negatif.

“Hasil tes urine yang seluruhnya negatif ini menjadi indikator bahwa upaya pencegahan di lingkungan sasaran berjalan cukup efektif,” ujarnya.

Di bidang rehabilitasi, Tim Rehabilitasi BNNK Depok mencatat sebanyak 57 klien menjalani layanan rawat jalan sepanjang 2025. Mayoritas klien merupakan laki-laki dengan rentang usia terbanyak 18 hingga 25 tahun.

“Kelompok usia 18 sampai 25 tahun masih menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih, terutama terkait penggunaan NPS atau sinte, sabu, dan ganja,” kata Purwoko.

Purwoko menegaskan, capaian kinerja BNNK Kota Depok sepanjang 2025 menunjukkan penguatan pada aspek pencegahan berbasis keluarga dan remaja. Namun demikian, ia menilai temuan pada layanan rehabilitasi menjadi pengingat bahwa kelompok usia muda tetap rentan dan membutuhkan intervensi berkelanjutan.

“Pencegahan harus terus diperkuat, tetapi rehabilitasi dan pendampingan juga tetap menjadi bagian penting dalam strategi P4GN,” pungkasnya. ***