INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, membeberkan alasan di balik keputusannya menerima tawaran Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Herdman menilai Indonesia memiliki kesamaan karakter dengan Kanada, negara yang berhasil ia bawa bangkit melalui proyek sepak bola jangka panjang.
John Herdman menilai ketertarikannya terhadap Indonesia tidak lepas dari kesamaan visi dengan PSSI dalam menggali potensi sepak bola nasional secara sistematis. Ia menyebut Indonesia sebagai proyek yang tepat, bukan sekadar tantangan jangka pendek.
“Ini tentang menemukan proyek yang tepat, yang bisa Anda rasakan semangat dan intensitas dari para penggemarnya,” ujar Herdman dikutip The Canadian Press, Minggu (04/01/2026).
PSSI secara resmi menunjuk Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026) dengan kontrak jangka panjang dua tahun disertai opsi perpanjangan dua tahun. Selain menangani timnas senior, pelatih berusia 50 tahun itu juga dipercaya membesut Timnas U23, menandakan pendekatan pembangunan berjenjang.
Herdman menilai Indonesia memiliki modal penting berupa basis pemain lokal yang besar, didukung kehadiran pemain naturalisasi yang berkiprah di kompetisi Eropa. Kombinasi tersebut, menurutnya, mirip dengan fondasi awal yang pernah ia bangun bersama Timnas Kanada sebelum lolos ke Piala Dunia 2022.
“Apa yang saya lihat adalah potensi itu ada. Negara ini sangat mirip dengan Kanada,” kata Herdman.
“Negara besar, punya banyak pemain lokal, dan juga kemampuan merekrut pemain naturalisasi, yang sudah mulai dilakukan,” imbuhnya.
Ketertarikan Herdman juga dipengaruhi oleh komitmen PSSI dalam menyiapkan agenda internasional yang padat dan terstruktur. Pada 2026, Timnas Indonesia dijadwalkan tampil di FIFA Series pada Maret, ASEAN Championship atau Piala AFF pada Juli, serta FIFA Matchday pada Juni, September, Oktober, dan November.
Herdman menyadari tantangan besar yang akan dihadapi, termasuk tekanan publik dan ekspektasi tinggi suporter. Namun, ia menegaskan pendekatan jangka panjang menjadi kunci utama dalam membangun tim yang kompetitif dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari persiapan, Herdman dikabarkan akan tiba lebih awal di Indonesia untuk mempelajari budaya lokal. Menurutnya, pemahaman budaya menjadi aspek penting dalam proses adaptasi dan komunikasi dengan pemain.
“Saya pikir itu bagian yang sangat penting untuk mempelajari budayanya dan membaur sepenuhnya,” ujarnya.
Dengan memilih Indonesia sebagai proyek berikutnya, John Herdman menegaskan komitmennya membangun Timnas Indonesia melalui pendekatan jangka panjang berbasis potensi lokal dan integrasi pemain naturalisasi. PSSI berharap pengalaman Herdman membawa Kanada ke panggung dunia dapat menjadi fondasi kebangkitan sepak bola nasional dalam beberapa tahun ke depan. ***

Tinggalkan Balasan