INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Tingkat keterisian kereta api pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 tercatat melampaui 100 persen. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjelaskan, angka tersebut dipengaruhi pola perjalanan penumpang yang dinamis dengan naik dan turun di berbagai stasiun.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket kereta api jarak jauh (KA JJ) selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 3.317.786 tiket. Jumlah tersebut setara 120,2 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk yang disediakan.
Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal mencapai 750.817 tiket atau 100,8 persen dari kapasitas 745.056 tempat duduk.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, tingkat okupansi yang melampaui 100 persen bukan berarti seluruh kursi terisi secara bersamaan dalam satu perjalanan penuh.
“Okupansi di atas 100 persen terjadi karena pola perjalanan pelanggan yang dinamis, dengan naik dan turun penumpang di berbagai stasiun antara stasiun awal dan tujuan akhir,” ujar Anne, Sabtu (03/01/2026).
Menurut dia, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu penumpang dalam hari yang sama, terutama pada rute jarak jauh dengan banyak stasiun antara.
Fenomena tersebut terlihat jelas pada masa arus balik Nataru, ketika pergerakan penumpang tidak hanya terpusat di stasiun awal dan akhir, tetapi juga di stasiun antara. Pola ini membuat perhitungan okupansi akumulatif melebihi kapasitas kursi yang tersedia.
Anne menambahkan, pada Sabtu (03/01/2026), jumlah pelanggan KA jarak jauh dan KA lokal secara nasional tercatat sebanyak 202.701 orang. Angka tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota asal setelah libur akhir tahun.
“Memasuki arus balik Natal dan Tahun Baru, KAI memastikan seluruh layanan berjalan aman dan lancar,” kata Anne.
Di wilayah Daop 1 Jakarta, data pergerakan penumpang juga menunjukkan dominasi arus kedatangan. Pada tanggal tersebut, tercatat lebih banyak penumpang turun dibandingkan naik, mencerminkan arus balik menuju Jakarta dan sekitarnya.
KAI menegaskan, okupansi di atas 100 persen merupakan indikator tingginya mobilitas masyarakat dan optimalnya pemanfaatan layanan kereta api, bukan kondisi kelebihan kapasitas dalam satu perjalanan. Dengan pemantauan operasional yang ketat dan penyesuaian layanan, KAI memastikan perjalanan selama arus balik Nataru tetap aman, nyaman, dan terkendali. ***


Tinggalkan Balasan