DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota Depok bersiap mengubah wajah Jalan Raya Sawangan mulai 2026. Proyek strategis ini menjadi fokus utama Wali Kota Depok Supian Suri untuk mengurai kemacetan kronis sekaligus memperbaiki konektivitas wilayah selatan Depok.

Supian menegaskan, tahun 2026 Pemkot Depok memprioritaskan pelebaran Jalan Raya Sawangan, termasuk ruas pendukung seperti Jalan Enggram dan Jalan Pemuda. Langkah ini diambil setelah proses pembebasan lahan yang telah berjalan signifikan dalam dua tahun terakhir.

“Alhamdulillah, pembebasan Jalan Pemuda dan Jalan Enggram sudah kita selesaikan dengan anggaran kurang lebih Rp 40 miliar. Informasi terakhir, seluruh bidang yang sebelumnya terkendala kini sudah berkenan dibebaskan,” ujar Supian, Kamis (8/1/2026).

Dengan tuntasnya pembebasan lahan, Pemkot Depok tinggal mengeksekusi pekerjaan fisik. Untuk tahun 2026, anggaran hingga Rp 40 miliar telah disiapkan khusus untuk pembangunan fisik Jalan Enggram dan Jalan Pemuda yang menjadi bagian tak terpisahkan dari koridor Jalan Raya Sawangan.

Tak berhenti di situ, Pemkot Depok juga menyiapkan pembebasan jalan menuju Parung Bingung, Pancoran Mas, dengan nilai anggaran sekitar Rp 60 miliar. Pelebaran akan dilakukan di sisi kiri jalur dari Parung Bingung ke arah Sawangan agar manuver kendaraan, khususnya di tikungan, menjadi lebih aman dan lancar.

Supian juga mengungkapkan rencana pelebaran dua jembatan di jalur turunan Parung Bingung menuju Sawangan. Dua jembatan tersebut akan dibangun ulang untuk menopang pelebaran Jalan Raya Sawangan, sekaligus mendukung kapasitas Jalan Enggram dan Jalan Pemuda.

“Nanti konsep lalu lintasnya satu arah. Dari Sawangan menuju Yappan satu jalur, sementara dari Parung ke bawah juga satu jalur. Di sekitar Rumah Makan Tirta Rasa akan kita atur belokan ke kiri agar arus kendaraan lebih lancar,” kata Supian.

BACA JUGA:  Wali Kota Depok Supian Suri Ajak Kader Partai Berikan Layanan Terbaik bagi Warga

Ia meyakini, dengan skema tersebut, kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Sawangan yang selama ini menjadi keluhan warga bisa ditekan secara signifikan. “Alurnya akan relatif, bahkan pasti, lebih lancar,” ujarnya.

Di sela peresmian gedung baru SMPN 3 Depok, Supian menegaskan bahwa fokus infrastruktur jalan pada 2026 tidak mengabaikan sektor lain. Pemkot Depok tetap melanjutkan pembangunan dan renovasi sekolah-sekolah yang kondisinya memprihatinkan, termasuk SD Negeri Cinere 1.

“Sekolah-sekolah lama yang dibangun sejak tahun 1980-an dan belum pernah direnovasi juga menjadi pekerjaan rumah kita. Kita inventarisir satu per satu agar bisa diselesaikan bertahap,” ujar Supian.

Pada tahun ini, Pemkot Depok juga telah merampungkan sejumlah pembangunan fasilitas publik, mulai dari SD Negeri Kedaung 3, sekolah kultur kelurahan di beberapa wilayah, hingga fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Bedahan, Puskesmas Pancoran Mas, dan Puskesmas Luwinanggung.

“Semua pembangunan ini kita resmikan tahun ini, bukan tahun depan. Harapannya, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata Supian.

Peresmian gedung baru SMPN 3 Depok yang berlokasi di kawasan Sukmajaya tersebut turut dirangkaikan dengan peresmian kantor baru Kelurahan Tugu, menandai komitmen Pemkot Depok dalam memperkuat layanan publik dan infrastruktur secara bersamaan.