INDORAYATODAY.COM, TRENGGALEK – Asa baru tumbuh bagi Sarjono (69), penarik becak lansia di Kota Trenggalek, Jawa Timur. Setelah puluhan tahun mengandalkan tenaga kaki, Sarjono kini dapat bekerja lebih ringan usai menerima bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Lebih dari 40 tahun Sarjono menggantungkan hidup dari kayuhan pedal becak. Dari penghasilan yang tidak menentu itulah ia membesarkan keempat anaknya hingga kini seluruhnya menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Ya, dibesarkan dari becak. Kan zaman dulu memang siapa yang hidupnya rekoso (sulit), berani maju, pasti insya Allah berhasil,” ujar Sarjono dalam keterangan yang diterima INDORAYATODAY pada Selasa (13/01/2026).
Dalam keterbatasan ekonomi, Sarjono mengaku tak pernah berhenti berharap dan berdoa. Penghasilan yang pas-pasan kerap membuat keluarganya harus berbagi dalam keterbatasan.
“Kadang satu telur dibagi empat, satu mi instan juga untuk berempat,” tuturnya.
Kini, di usia senja, becak listrik yang ia terima menjadi titik balik. Sarjono tidak lagi sepenuhnya mengandalkan tenaga fisik untuk mengayuh, sehingga ia berharap dapat tetap bekerja dengan kondisi yang lebih manusiawi.
“Kasihan mas (tukang) becak itu. Sekarang alhamdulillah diberi becak listrik ini sama Bapak Prabowo. Mudah-mudahan becak ini bisa untuk mencari nafkah setiap hari,” katanya.
Rasa syukur serupa disampaikan Edi Sucipto, penarik becak lansia lainnya di Trenggalek yang juga dikenal sebagai seniman. Ia mengaku bangga dan terharu menerima bantuan becak listrik dari Presiden.
Bagi Edi, becak listrik bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol perhatian negara terhadap rakyat kecil. Dengan bantuan tersebut, ia berharap beban kerja berkurang dan penghasilannya dapat terbantu, sekaligus menjaga semangatnya untuk terus berkarya.
“Alhamdulillah, senang sekali. Terima kasih Bapak Prabowo atas pemberian becak listrik ini. Semoga bermanfaat, membawa rezeki yang berkah dan barokah,” ucap Edi dengan mata berkaca-kaca.
Dengan penuh rasa syukur, Sarjono dan Edi sama-sama menyampaikan doa untuk Presiden Prabowo Subianto. Bagi mereka, bantuan becak listrik bukan hanya soal alat kerja, tetapi juga pengakuan atas jerih payah panjang yang selama ini mereka jalani.
“Semoga Bapak Prabowo sehat-sehat selalu. Amin,” ujar Sarjono.
Becak listrik tersebut menjadi simbol harapan baru, bahwa di tengah usia senja dan keterbatasan fisik, negara tetap hadir memberi ruang bagi rakyat kecil untuk terus bertahan dan bermartabat.

Tinggalkan Balasan