INDORAYATODAY.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengamankan stok pangan nasional, tetapi juga membawa Indonesia kembali menjadi lumbung pangan dunia. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menyatakan bahwa target swasembada beras nasional kini tengah bergerak maju menuju fase ekspor.
Pernyataan tersebut disampaikan usai digelarnya Rapat Serap Gabah 2026 secara terbatas di Jakarta, Senin (12/1). Pertemuan strategis ini dihadiri oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, serta jajaran dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Fokus kita saat ini adalah memastikan swasembada beras tetap berkelanjutan. Dengan produktivitas yang terus meningkat, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan Indonesia untuk melakukan ekspor ke pasar global,” ujar Sudaryono dalam keterangannya kepada awak media.
Wamentan menekankan bahwa pencapaian swasembada bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan fondasi untuk kesejahteraan petani. Sinergi antara Kementan, Bulog, dan Bapanas dalam penyerapan gabah petani menjadi kunci utama agar harga di tingkat produsen tetap terjaga sekaligus memastikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman.
Menurut Sudaryono, penguatan sektor hulu melalui bantuan teknologi pertanian dan ketersediaan pupuk mulai membuahkan hasil. Hal ini terlihat dari optimisme pemerintah dalam menghadapi dinamika pangan global tahun 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kesempatan yang sama juga terus mendorong jajaran terkait untuk melakukan langkah-langkah luar biasa (extraordinary) dalam menyerap hasil panen rakyat. Dengan stok yang melimpah, Indonesia diharapkan tidak lagi bergantung pada impor, melainkan mampu memberikan kontribusi pangan bagi dunia.
“Membangun kedaulatan pangan adalah marwah bangsa. Kita ingin surplus yang dihasilkan petani dapat dirasakan manfaatnya, baik di dalam negeri maupun sebagai komoditas ekspor yang membanggakan,” tambah Sudaryono.

Tinggalkan Balasan