INDORAYATODAY.COM, SWISS – Kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Swiss disambut hangat oleh anak-anak diaspora Indonesia. Suasana akrab dan penuh keceriaan mewarnai momen penyambutan tersebut, yang berlangsung di sela agenda kunjungan Presiden ke negara tersebut.

Dalam momen tersebut, dua anak diaspora Indonesia, Narendra dan Tanaya, mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. Narendra, bocah berusia 12 tahun yang bersekolah di wilayah Bern, mengaku sangat senang bisa bertatap muka dan berjabat tangan langsung dengan Kepala Negara.

“Nama aku Narendra, umur 12 tahun. Sekolah di Manuel, di Bern. Ya, happy banget sih,” ujar Narendra dengan antusias.

Ia menyebut pengalaman berjabat tangan langsung dengan Presiden Prabowo menjadi momen yang paling berkesan. Narendra mengaku mendapat sapaan hangat dari Presiden yang membuatnya semakin gembira.

“Beliau bilang aku ganteng,” kata Narendra sambil tersenyum.

Selain Narendra, Tanaya juga turut merasakan kebahagiaan serupa. Ia mengaku senang dan antusias bisa berada di tengah suasana penyambutan tersebut. Kehadiran Presiden Prabowo dinilai memberi pengalaman tersendiri bagi anak-anak diaspora Indonesia yang tinggal dan bersekolah di luar negeri.

Penyambutan hangat oleh anak-anak diaspora ini mencerminkan kedekatan emosional serta rasa bangga masyarakat Indonesia di luar negeri terhadap pemimpin negaranya. Momen tersebut juga memperlihatkan sisi humanis dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Swiss.

Interaksi langsung dengan anak-anak diaspora dinilai menjadi simbol keterikatan antara negara dan warganya, meski berada jauh dari Tanah Air. Kehadiran Presiden di tengah anak-anak tersebut menghadirkan suasana yang cair di tengah agenda kenegaraan yang padat.

Kehangatan penyambutan dari anak-anak diaspora Indonesia menambah nuansa humanis dalam rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Swiss. Momen tersebut sekaligus menunjukkan perhatian Presiden terhadap warga negara Indonesia di luar negeri, termasuk generasi muda yang tumbuh dan menempuh pendidikan di mancanegara. ***

BACA JUGA:  Tak Main-Main, Menlu Sugiono Ingatkan Dubes Baru Punya PR Besar