INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan sikap netral Indonesia di tengah menguatnya isu akuisisi Greenland. Menurutnya, di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia tetap berpegang pada prinsip nonblok dengan mengedepankan kepentingan nasional serta stabilitas dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam keterangan pers di Swiss, Sabtu (24/01/2026). Ia menekankan bahwa Indonesia tidak berpihak dalam isu akuisisi Greenland dan tetap berada pada posisi tidak bersekutu atau non-aligned.
“Kita ada dalam posisi non-align. Kita sadar bahwa dunia sekarang sangat dinamis situasinya. Namun, kita juga harus ingat bahwa ada kepentingan nasional yang harus kita jaga,” ujar Sugiono.
Menurut Sugiono, sikap tersebut sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Dalam menghadapi isu-isu global yang sensitif, Indonesia memilih untuk tidak terseret dalam rivalitas kekuatan besar, melainkan fokus pada peran konstruktif dalam menjaga keseimbangan internasional.
Ia menegaskan bahwa kepentingan nasional Indonesia menjadi landasan utama dalam menyikapi setiap perkembangan geopolitik global, termasuk isu yang berpotensi memicu ketegangan internasional.
Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia berharap perdamaian dan stabilitas tetap terjaga di tengah situasi global yang terus berubah. Ia menilai stabilitas merupakan prasyarat utama bagi terciptanya kemakmuran dunia.
Pernyataan tersebut, menurut Sugiono, juga sejalan dengan pandangan Presiden RI Prabowo Subianto. Presiden menegaskan bahwa tanpa stabilitas dan perdamaian, mustahil bagi negara-negara di dunia untuk mencapai kesejahteraan.
“Seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden, tanpa stabilitas dan tanpa perdamaian, tidak mungkin mencapai keadaan di mana dunia ini makmur,” ucap Sugiono.
Dengan menegaskan posisi netral, Indonesia berupaya tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri bebas dan aktif. Pemerintah berharap sikap tersebut dapat berkontribusi pada terciptanya suasana global yang lebih stabil dan damai, sekaligus menjaga kepentingan nasional Indonesia di tengah dinamika geopolitik internasional. ***

Tinggalkan Balasan