DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota Depok mulai mengambil langkah konkret untuk mengurai kemacetan di kawasan selatan kota melalui rencana pelebaran Jalan Simpang Parung Bingung. Tahap awal dimulai dengan sosialisasi pengadaan tanah kepada warga terdampak yang digelar Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok.

Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Rabu (28/1/2026), dan diikuti sekitar 80 pemilik lahan yang berada di wilayah Kecamatan Pancoran Mas dan Sawangan.

Simpang Parung Bingung selama ini dikenal sebagai salah satu titik padat lalu lintas di Kota Depok, terutama karena menjadi pertemuan sejumlah ruas utama seperti Jalan Raya Sawangan, Jalan Raya Muchtar, dan Jalan Meruyung Raya.

Kepala Bidang Pertanahan Disrumkim Kota Depok, Ahmad Soma, mengatakan sosialisasi ini menjadi tahapan awal sebelum proses pembebasan lahan dilakukan secara menyeluruh.

“Kami memaparkan program Wali Kota Depok terkait rencana pelebaran Jalan Raya Sawangan. Kegiatan ini merupakan pelebaran lanjutan setelah sebelumnya Jalan Enggram berhasil dibebaskan pada tahun 2025,” ujarnya di sela kegiatan tersebut.

Menurut Ahmad, pelebaran Simpang Parung Bingung menjadi bagian dari upaya Pemkot Depok meningkatkan konektivitas antarkawasan sekaligus menekan kemacetan yang kerap terjadi pada jam sibuk.

Dalam sosialisasi tersebut, Disrumkim turut melibatkan konsultan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok untuk melakukan penandaan awal titik-titik rencana pelebaran jalan.

Setelah pemaparan, para pemilik lahan diajak meninjau langsung lokasi untuk melihat batas dan posisi area yang masuk dalam rencana pengadaan tanah.

“Pertemuan hari ini juga sekaligus pemberkasan awal dan pengambilan formulir bagi pemilik lahan terdampak. Setelah seluruh berkas terkumpul, kami akan menyusun Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT),” jelasnya.

BACA JUGA:  Perempuan Inisial K Jadi Terduga Pelaku Teror Bom Sekolah di Depok

Ahmad menegaskan, proses yang saat ini berjalan masih berada pada tahap awal sehingga belum masuk pada pembahasan teknis lanjutan.

Karena itu, forum tanya jawab dengan warga belum dibuka secara resmi dan baru akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya.

“Kami belum memegang data final karena proses masih berjalan. Forum tanya jawab akan dibuka pada tahap berikutnya secara terbuka dan transparan,” ungkapnya.

Ia berharap proses pembebasan lahan dapat berjalan lancar dengan dukungan penuh dari masyarakat, mengingat proyek tersebut diperuntukkan bagi kepentingan publik.

“Partisipasi warga sangat berarti. Pelepasan lahan untuk kepentingan umum diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat luas,” tuntasnya.