INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kedaulatan dan ketahanan energi nasional, salah satunya dengan meningkatkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dari sekitar 21 hari menjadi tiga bulan.
Penegasan tersebut disampaikan melalui arahan Presiden Prabowo kepada Dewan Energi Nasional (DEN) yang mencakup empat fokus utama kebijakan energi, yakni kedaulatan energi, ketahanan energi, kemandirian energi, dan swasembada energi. Arahan itu disampaikan bertepatan dengan pelantikan Anggota DEN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Ketua Harian DEN Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa peningkatan cadangan BBM menjadi prioritas utama untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Saat ini, cadangan BBM Indonesia hanya mampu mencukupi kebutuhan sekitar 21 hari.
“Yang pertama adalah kedaulatan energi, tidak boleh ada intervensi dari pihak mana pun. Yang kedua adalah ketahanan energi. Kita tahu bahwa ketahanan energi kita hanya sekitar 21 hari. Ini akan kita tingkatkan menjadi tiga bulan,” ujar Bahlil.
Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah akan meningkatkan kapasitas fasilitas penyimpanan BBM di berbagai wilayah. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya antisipasi terhadap ketidakpastian global yang dapat memengaruhi pasokan energi nasional.
“Kita akan membangun storage atau fasilitas penyimpanan,” kata Bahlil.
Selain penguatan cadangan, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada upaya menekan ketergantungan impor BBM. Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini masih mengimpor sekitar 30 juta kiloliter BBM per tahun, baik untuk jenis solar maupun bensin.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mempercepat agenda kemandirian energi nasional. Pengurangan impor BBM akan dilakukan secara bertahap dengan tujuan akhir mencapai swasembada energi.
Bahlil menambahkan, peta jalan atau roadmap kebijakan energi nasional telah rampung dan kini memasuki tahap implementasi. Tahapan ini mencakup penguatan kerja sama internasional, penataan kelembagaan, serta penyusunan regulasi pendukung guna mempercepat realisasi kebijakan energi.
Penguatan sektor energi menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam Asta Cita atau delapan agenda pembangunan yang dicanangkan Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, swasembada energi menjadi bagian penting dari strategi pembangunan nasional.
Peningkatan cadangan BBM, pengurangan impor, serta penguatan infrastruktur energi diharapkan mampu memperkokoh ketahanan nasional sekaligus mendorong kemandirian energi Indonesia dalam jangka panjang. ***

Tinggalkan Balasan