INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kepada pelaku pasar modal menyusul gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 28–29 Januari 2026. Ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan terjaga.

Pesan Presiden tersebut disampaikan melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat bersama jajaran pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, dan Bursa Efek Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/01/2026).

Dalam pernyataannya, Airlangga menyebut Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah indikator ekonomi makro yang menunjukkan kondisi ekonomi nasional tetap solid. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 diperkirakan lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya yang berada di level 5,04 persen.

Selain itu, tingkat inflasi tercatat sebesar 2,92 persen. Sementara defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 masih terjaga di bawah 3 persen. Dari sisi eksternal, cadangan devisa Indonesia berada di level 156,5 miliar dollar AS.

“Kepada para investor domestik, mitra internasional, dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh,” ujar Airlangga membacakan pesan Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional serta memastikan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan kita dan kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia,” kata Airlangga menyampaikan pernyataan Presiden.

Menurut Airlangga, koordinasi antara pemerintah, otoritas keuangan, dan pelaku pasar terus diperkuat untuk merespons dinamika pasar secara terukur, sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Pemerintah berharap pesan Presiden tersebut dapat memberikan keyakinan kepada pelaku pasar dan masyarakat bahwa stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah fluktuasi pasar keuangan global dan domestik. Pemerintah juga menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi. ***

BACA JUGA:  Sabar, Tidak Lama Lagi Internet Rakyat Benar-benar Meluncur