INDORAYATODAY.COM — Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk memperketat pengawasan terhadap media iklan luar ruang yang melanggar estetika kota.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang menyoroti maraknya spanduk dan billboard tak beraturan atau “sampah visual” di berbagai wilayah, termasuk Bogor.
Jenal mengungkapkan, penataan wajah kota sebenarnya telah menjadi fokus utama sejak dirinya dilantik bersama Wali Kota. Ia mencatat, langkah konkret telah dilakukan dengan menumbangkan puluhan titik reklame yang dinilai merusak pemandangan di pusat kota.
“Perintah dari Bapak Presiden sejalan dengan apa yang kami laksanakan sejak awal menjabat. Hingga saat ini, sedikitnya 61 billboard yang masuk kategori sampah visual telah kami tertibkan,” ujar Jenal Mutaqin saat memberikan keterangan di Bogor Tengah, Selasa (3/2/2026).
Guna mengakselerasi penataan ini, Jenal Mutaqin telah memerintahkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor untuk melakukan penyisiran dan inventarisasi ulang. Jika sebelumnya penertiban terkonsentrasi di jalur Sistem Satu Arah (SSA) atau seputaran Istana dan Kebun Raya, kini jangkauannya akan diperluas ke seluruh penjuru kota.
Ia menegaskan tidak akan ada ruang negosiasi bagi pemilik media iklan yang mengabaikan aturan perizinan maupun standar keindahan kota.
“Mulai bulan depan, saya minta Bapenda mendata ulang seluruh billboard yang tidak memiliki izin. Kami pastikan tidak ada lagi kompensasi. Jika melanggar, pilihannya hanya satu: moratorium dan penertiban,” kata Jenal dengan tegas.
Bagi Jenal, keberadaan spanduk liar dan kabel yang semrawut bukan sekadar masalah administrasi, melainkan persoalan kenyamanan warga dan citra Kota Bogor. Dukungan yang diberikan Presiden Prabowo dalam Rakornas di SICC Sentul tersebut dipandang Jenal sebagai pemacu semangat bagi jajaran Pemkot Bogor untuk bekerja lebih masif.
“Kami ingin mengembalikan estetika Kota Bogor agar kembali asri. Fokus kami bukan hanya pada pendapatan daerah dari sektor reklame, tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana wajah kota ini tetap tertata dan nyaman bagi siapa saja yang melintas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan