INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk menghadiri Ocean Impact Summit yang akan digelar di Bali pada Juni 2026. Undangan tersebut disampaikan langsung dalam pernyataan bersama di Istana Merdeka, Jakarta.
Prabowo menyampaikan undangan itu usai pertemuan bilateral dengan PM Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Ocean Impact Summit merupakan forum internasional strategis yang mempertemukan para pemimpin negara, pakar, serta pelaku industri untuk membahas berbagai tantangan kelautan global.
Forum tersebut mengangkat isu-isu utama seperti perubahan iklim, pencemaran laut, serta pengembangan ekonomi berbasis kelautan. Melalui pertemuan ini, Indonesia mendorong lahirnya solusi konkret dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus memperkuat kerja sama antarnegara.
Presiden Prabowo menilai kehadiran PM Albanese memiliki arti penting bagi penguatan kolaborasi Indonesia dan Australia, khususnya di sektor kelautan dan maritim. Kedua negara dinilai memiliki kepentingan strategis yang sama dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan kawasan laut.
“Saya mengundang Perdana Menteri Albanese untuk menghadiri Ocean Impact Summit di Bali pada bulan Juni tahun ini. Saya yakin Perdana Menteri akan membantu memastikan KTT tersebut menghasilkan capaian yang nyata dalam mendorong kerja sama kita di bidang kelautan,” ujar Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa laut bukan sekadar ruang geografis, melainkan masa depan bersama yang harus dijaga secara kolektif. Menurutnya, Indonesia dan Australia sebagai negara yang berbatasan langsung dengan kawasan laut luas memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ekosistem maritim.
Ia menilai kerja sama kedua negara di bidang kelautan tidak hanya penting bagi kepentingan nasional masing-masing, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya global dalam menjaga keberlanjutan lingkungan laut.
Melalui Ocean Impact Summit, Presiden Prabowo berharap terbangun langkah-langkah konkret yang dapat memperkuat kerja sama maritim Indonesia dan Australia. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah strategis untuk menyatukan komitmen negara-negara dalam menjaga laut sebagai kepentingan bersama.
“Kita harus memahami bahwa laut adalah kepentingan bersama bagi semua negara, apalagi kedua negara kita,” ujar Prabowo menutup pernyataannya. ***

Tinggalkan Balasan