INDORAYATODAY.COM — Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menunjukkan aksi nyata saat terjebak kemacetan parah di kawasan Jalan Dr Sumeru, Kecamatan Bogor Barat, Sabtu (7/2/2026). Dalam situasi lalu lintas yang mengular dari simpang RSUD Bogor hingga RS Marzoeki Mahdi tersebut, Jenal memilih turun dari kendaraannya dan berjalan kaki untuk mencari titik hambat arus lalu lintas.
Aksi yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya itu memperlihatkan ketegasan sang Wakil Wali Kota saat mendapati sebuah kendaraan pribadi yang parkir di bahu jalan. Keberadaan kendaraan tersebut dinilai memperparah penyempitan jalur yang sudah padat.
Ketegasan di Tengah Kemacetan Saat menyusuri kemacetan, Jenal mendapati sebuah mobil berwarna putih yang berhenti di bahu jalan. Ia pun segera menegur pengemudi tersebut agar segera memajukan kendaraannya demi kepentingan pengguna jalan lain yang tertahan di belakang.
“Ibu maju, macet sampai belakang. Semua punya hak yang sama di jalan ini,” ujar Jenal mengingatkan pengemudi tersebut. Meski sempat terjadi adu argumen terkait cara penyampaian teguran, Jenal menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan parkir adalah kunci kelancaran arus lalu lintas, terutama di titik-titik krusial seperti area rumah sakit.
Evaluasi dan Mitigasi Kepada awak media, Jenal menjelaskan bahwa kemacetan di Jalan Dr Sumeru dipicu oleh volume kendaraan yang tinggi serta banyaknya pengendara yang memotong jalur (crossing) di persimpangan. Ia mengakui sempat terbawa emosi karena kondisi lapangan yang cukup menguras energi.
“Mungkin cara saya yang kurang tepat saat menegur, dan jika ada kesempatan bertemu lagi, saya tentu ingin meminta maaf. Namun yang perlu dipahami adalah hak masyarakat luas yang terganggu akibat hambatan di bahu jalan,” ungkapnya rendah hati.
Rencana Pelebaran Jalan Sebagai solusi jangka panjang, Jenal Mutaqin memandang perlunya langkah strategis berupa pelebaran jalan, khususnya dari arah Jalan Mawar menuju Gunung Batu di depan RSUD Bogor. Menurutnya, penyempitan di persimpangan lampu merah menjadi salah satu “botol leher” (bottleneck) utama di kawasan Bogor Barat.
Kendati demikian, ia mengakui bahwa rencana tersebut belum dapat direalisasikan dalam tahun anggaran ini karena keterbatasan dana dan adanya prioritas pembangunan infrastruktur lain seperti jalan R3, R2, dan underpass.
“Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, saya akan menginstruksikan petugas di lapangan untuk lebih sigap melakukan penjagaan dan pengaturan, terutama pada jam-jam sibuk, agar hambatan di bahu jalan tidak terulang kembali,” pungkas Jenal.

Tinggalkan Balasan