INDORAYATODAY.COM  – Di tengah maraknya tren minuman jus dalam kemasan yang kerap tinggi kandungan gula, kesadaran untuk kembali ke bahan alami menjadi semakin relevan. Meski praktis, minuman kemasan sering kali menyimpan “gula tersembunyi” yang justru kurang baik bagi kesehatan jangka panjang.

Dokter spesialis gastroenterologi lulusan AIIMS, Harvard, dan Stanford, dr. Saurabh Sethi, menyarankan masyarakat untuk lebih mengutamakan jus segar buatan rumah. Melalui akun media sosialnya, sebagaimana dilansir Hindustan Times, dr. Sethi merekomendasikan kombinasi jeruk, wortel, dan jahe sebagai minuman fungsional yang kaya manfaat.

“Semuanya adalah makanan utuh (whole foods) dengan manfaat yang telah diteliti dengan baik,” ungkap dr. Sethi.

Resep sederhana ini menggabungkan tiga bahan utama yang mudah ditemukan. Wortel dikenal kaya akan beta-karoten, sebuah antioksidan ampuh yang mendukung sistem kekebalan tubuh. Jeruk melengkapinya dengan asupan vitamin C dan flavonoid, senyawa tumbuhan yang berperan dalam menurunkan risiko serangan jantung serta stroke.

Sementara itu, jahe segar memberikan sentuhan hangat sekaligus manfaat medis. Kandungan gingerol di dalamnya tidak hanya membantu kelancaran pencernaan, tetapi juga memiliki sifat anti-inflamasi (anti-peradangan) dan anti-tumor, sebagaimana dipublikasikan dalam jurnal Advances in Experimental Medicine and Biology.

Cara Pembuatan yang Praktis Untuk membuat minuman ini, Anda cukup menyiapkan:

Dua buah wortel ukuran sedang (kupas dan potong kecil). Satu buah jeruk (peras airnya). Setengah hingga satu inci jahe segar (cincang halus).

Haluskan seluruh bahan menggunakan blender dengan sedikit air, lalu saring. Resep ini dapat menghasilkan tiga hingga empat porsi kecil (sekitar 30-50 ml). Minuman ini pun tahan disimpan di lemari es hingga tiga hari, sehingga praktis untuk dikonsumsi secara rutin.

BACA JUGA:  Waktu Konsumsi Kopi yang Tepat Supaya Ramadan Tetap Nyaman

Catatan Kesehatan Meskipun kaya nutrisi, dr. Sethi memberikan catatan penting. Proses pembuatan jus ini menghilangkan sebagian besar serat alami dari buah dan sayur. Oleh karena itu, jus jeruk jahe ini sebaiknya dinikmati sebagai minuman tambahan atau pendamping, bukan sebagai pengganti makanan utama.

Mengonsumsi bahan-bahan alami yang thayyib (baik) merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita dalam menjaga amanah kesehatan yang diberikan oleh Sang Pencipta. Dengan porsi yang tepat, minuman ini bisa menjadi benteng alami bagi tubuh di tengah cuaca yang tidak menentu.