INDORAYATODAY.COM – PSSI resmi mempersiapkan transisi kepemimpinan di tubuh Tim Nasional Indonesia U-17. Legenda sepak bola nasional, Kurniawan Dwi Yulianto, dipastikan akan memegang kendali penuh skuad Garuda Muda untuk menghadapi dua agenda besar pada tahun 2026, yakni Piala AFF U-17 dan Piala Asia U-17.
Saat ini, kursi kepelatihan Timnas U-17 masih diisi oleh Nova Arianto sebagai pelatih sementara dalam rangkaian uji coba melawan China. Langkah estafet ini dilakukan mengingat Nova akan segera fokus mengarsiteki Timnas Indonesia U-20. Kurniawan sendiri terpantau sudah mulai terlibat aktif dalam jajaran tim kepelatihan guna melakukan adaptasi dan observasi pemain.
Penunjukan Kurniawan bukan tanpa alasan. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menilai pengalaman pria yang akrab disapa “Si Kurus” tersebut di level internasional menjadi nilai tambah yang sangat krusial bagi pengembangan talenta muda Indonesia.
“Dari segi pengalaman, saya rasa Kurniawan juga oke. Di Como 1907 (Italia) pernah, di tim lainnya juga pernah. Saat ini ia sudah masuk dalam tim kepelatihan Timnas U-17 untuk membantu proses transisi,” ujar Arya di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Sebelum kembali ke tanah air, Kurniawan tercatat pernah menimba ilmu kepelatihan di klub Italia, Como 1907, dan sempat menangani klub Liga Super Malaysia, Sabah FC. Di kancah domestik, ia juga sempat dipercaya menakhodai PSPS Riau.
Tugas berat kini menanti Kurniawan. Selain mempererat soliditas tim pasca-kekalahan telak dari China di laga uji coba pertama, ia mengemban misi besar untuk membawa Indonesia melangkah jauh di Piala Asia U-17 2026. Turnamen tersebut menjadi sangat vital karena merupakan pintu gerbang utama untuk mengamankan tiket menuju Piala Dunia U-17 di Qatar.
PSSI menekankan bahwa keputusan final mengenai struktur kepelatihan dan program kerja Kurniawan akan segera disahkan melalui rapat Exco PSSI. Masukan dari Nova Arianto, sebagai pelatih yang sebelumnya membangun fondasi tim, akan menjadi referensi utama bagi Kurniawan dalam menentukan komposisi skuad, termasuk kemungkinan penambahan pemain diaspora.
Dengan perpaduan pengalaman teknis di Eropa dan pemahaman mendalam terhadap karakter sepak bola Asia Tenggara, kehadiran Kurniawan diharapkan mampu memberikan warna baru dan mentalitas pemenang bagi tunas-tunas muda sepak bola Indonesia di kancah internasional.

Tinggalkan Balasan