INDORAYATODAY.COM – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengajak masyarakat untuk melirik sektor peternakan ayam skala rumah tangga sebagai pilar ekonomi baru. Langkah ini dipandang strategis tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga sebagai solusi nyata dalam menekan angka pengangguran di Kota Hujan.

Melalui unggahan di media sosial resminya, Selasa (10/2/2026), Jenal menyoroti fenomena meningkatnya kebutuhan pangan di Kota Bogor yang berbanding terbalik dengan ketersediaan pasokan. Kondisi ini dinilai sebagai peluang emas bagi warga untuk terjun ke dunia wirausaha yang praktis dan memiliki pasar yang luas.

“Alhamdulillah, dari 20 ekor ayam bisa menghasilkan sekitar 16 sampai 17 butir telur per hari. Ini usaha yang menjanjikan dan bisa dimulai dari skala kecil,” ujar Jenal Mutaqin.

Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas Jenal menekankan bahwa keterbatasan lahan perkotaan bukan menjadi penghalang. Usaha ternak ayam dapat dilakukan di lingkungan rumah dengan manajemen yang sederhana.

Dia mengusulkan pembentukan kelompok-kelompok peternak di tingkat warga agar hasil produksi dapat dikonsolidasikan dan dipasarkan secara kolektif.

Jika model ini berjalan masif, kebutuhan dapur warga Kota Bogor diharapkan dapat dipenuhi secara mandiri oleh hasil ternak lingkungannya sendiri. Hal ini sekaligus menjawab tantangan krisis pasokan pangan yang mulai membayangi wilayah perkotaan.

“Kalau tiap rumah memelihara ayam dan berkelompok, hasilnya bisa disuplai ke dapur-dapur di Kota Bogor. Ini adalah langkah konkret menghadapi tantangan pasokan pangan,” katanya.

Uji Coba Melalui Pemberdayaan Masyarakat Sebagai wujud keseriusan, Pemerintah Kota Bogor telah memulai program percontohan dengan menggandeng Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Para ketua LPM di wilayah Bogor Utara diberikan bantuan stimulan berupa 10 ekor ayam untuk dikembangkan.

BACA JUGA:  Terima Kunjungan Jenal Mutaqin, Wali Kota Respati Jajaki Kerja Sama Lingkungan Solo-Bogor

Jenal mengakui bahwa program ini masih dalam tahap uji coba, namun hasil awal menunjukkan tren yang positif. Ke depan, Pemkot Bogor berencana menduplikasi model usaha berkelompok ini ke kecamatan-kecamatan lain di seluruh Kota Bogor.

Fokus pada Komoditas Strategis Selain ternak unggas, Jenal juga mendorong masyarakat untuk mulai membudidayakan komoditas pangan lain yang memiliki permintaan pasar tinggi, seperti sayur-mayur, buah-buahan, susu, dan beras. Menurutnya, pemenuhan gizi masyarakat harus berjalan beriringan dengan perputaran ekonomi yang sehat di tingkat bawah.

Ia berharap masyarakat tidak ragu untuk memulai usaha dari skala kecil. Dengan konsistensi dan semangat kebersamaan, program ini diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat kesejahteraan warga secara berkelanjutan.