INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Kadin Kota Depok Edmond Johan menyampaikan sejumlah agenda strategis ekonomi saat konsolidasi pra-pengukuhan di Balai Kota Depok, Kamis (12/2/2026). Agenda tersebut mencakup penguatan investasi, modernisasi pasar tradisional, hingga pengembangan transportasi terintegrasi.

Edmond menegaskan posisi Kadin sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Depok. Ia menyebut sinergi antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus memperluas peluang usaha.

“Kadin merupakan mitra kolaborasi dan elaborasi Pemerintah Kota Depok bersama dunia usaha dalam menciptakan iklim investasi yang sehat serta memperluas peluang usaha,” ujarnya.

Ia menargetkan kontribusi dunia usaha dapat membantu pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Berdasarkan paparan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi saat ini berada pada kisaran 5,4 hingga 5,5 persen dengan tingkat inflasi sekitar 2,7 persen.

Menurut Edmond, indikator tersebut menunjukkan adanya potensi pengembangan ekonomi yang perlu dipercepat melalui kebijakan yang mendukung investasi. Salah satu langkah yang diusulkan adalah mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang investasi di Kota Depok. Ia menilai, regulasi tersebut dapat memberikan kepastian bagi investor untuk menanamkan modalnya di Depok.

“Kalau perda ini terwujud seperti kota-kota lain, mudah-mudahan investor akan selalu berdatangan ke Kota Depok,” katanya.

Selain sektor investasi, Kadin Depok juga mendorong pembenahan pasar tradisional agar lebih modern tanpa mengabaikan keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pasar Kemiri, Pasar Agung, dan Pasar Cisalak disebut sebagai contoh pasar yang membutuhkan revitalisasi.

Di bidang transportasi, Edmond mengusulkan integrasi dan digitalisasi angkutan kota agar layanan lebih efisien dan mampu mengurangi kemacetan. Ia mencontohkan perlunya pembaruan sistem trayek angkot yang telah lama beroperasi.

BACA JUGA:  Bank bjb Ajak Warga Depok Beralih ke Transaksi Nontunai Lewat DIGI

Kadin juga mengusulkan pembentukan Bank Kota Depok untuk mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), serta mendorong lahirnya perusahaan daerah baru selain PDAM. Selain itu, ia mengusulkan skema kerja sama investasi swasta melalui model build operate transfer (BOT) pada aset pemerintah.

Tak hanya itu, Edmond menekankan pentingnya penyusunan blueprint drainase untuk mengatasi persoalan banjir, serta pengembangan pengelolaan sampah berbasis waste to energy guna mewujudkan kota bebas sampah.

Melalui konsolidasi pra-pengukuhan, Kadin Depok memaparkan berbagai usulan strategis kepada Pemerintah Kota Depok, mulai dari perda investasi, modernisasi pasar, transportasi terintegrasi, hingga pengelolaan sampah. Langkah tersebut diharapkan memperkuat iklim investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.