INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menghadirkan mesin daur ulang botol plastik atau Reverse Vending Machine (RVM) di Menara BRILiaN, Jakarta. Fasilitas ini memungkinkan masyarakat menukarkan botol plastik bekas menjadi poin yang dapat dikonversi menjadi saldo dompet digital.

Pimpinan Kantor Cabang BRI Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita, mengatakan kehadiran mesin tersebut merupakan bagian dari program BRI Peduli – Yok Kita Gas yang bertujuan mengurangi sampah plastik sekaligus mendorong kebiasaan daur ulang.

“Inisiatif ini menukar botol plastik dengan poin bernilai ekonomis, mendorong daur ulang, dan mengurangi jejak karbon di Jakarta,” ujarnya.

Ia menjelaskan, cara penggunaan mesin cukup sederhana. Pengguna memasukkan botol plastik bekas ke dalam RVM, kemudian mesin akan memproses dan memberikan poin yang dapat diubah menjadi saldo e-wallet melalui platform Plasticpay.

Sejak 2024, BRI telah menempatkan sedikitnya delapan unit RVM di sejumlah lokasi di Jakarta dan sekitarnya. Mesin tersebut tersebar di kantor BRI, pusat perbelanjaan AEON JGC, Margo City Depok, serta kampus seperti Binus dan Universitas Bakrie.

Dalam sejumlah kegiatan khusus, satu botol plastik dapat dihargai hingga sekitar Rp1.300 yang langsung dikonversi menjadi saldo digital. Program ini disebut telah berhasil mengumpulkan ribuan kilogram sampah plastik untuk didaur ulang.
BRI bekerja sama dengan Plasticpay untuk memastikan botol plastik yang terkumpul diproses secara tepat. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Selain mengurangi timbunan sampah, inisiatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah plastik serta mendorong perubahan perilaku menuju ekonomi sirkular.

Melalui penyediaan mesin RVM di berbagai titik, termasuk Menara BRILiaN, BRI mendorong pengurangan sampah plastik dengan memberikan insentif ekonomi bagi masyarakat. Program ini diharapkan memperkuat budaya daur ulang sekaligus menekan jejak karbon di wilayah perkotaan. ***

BACA JUGA:  Koperasi Kelurahan Merah Putih di Depok Berpelung Tambah Modal Hingga Rp 3 Miliar