INDORAYATODAY.COM  – Sejak diperkenalkan sebulan lalu, pelatih kepala Timnas Indonesia asal Inggris, John Herdman, langsung bergerak cepat melakukan revolusi dalam peta jalan kepelatihannya.

Tidak hanya duduk di balik meja, mantan arsitek Timnas Kanada ini melakukan serangkaian “blusukan” strategis yang mencakup pemantauan liga domestik hingga kunjungan ke pemain diaspora di kancah Eropa.

Langkah Herdman ini dinilai sebagai upaya serius dalam mengintegrasikan standar sepak bola dunia ke dalam ekosistem Timnas Garuda. Strategi “turun gunung” Herdman terlihat saat ia menyambangi sesi latihan klub-klub BRI Super League, termasuk Persija Jakarta, demi menjalin komunikasi dua arah yang intens dengan pelatih klub.

“Penting untuk membangun hubungan ini. Saya sangat terkesan dengan keterbukaan klub dalam memberikan masukan,” ujar Herdman. Pendekatan ini merupakan sejarah baru bagi Timnas Indonesia, di mana pelatih kepala secara aktif memantau dapur teknis klub-klub penyumbang pemain.

Ekspansi pemantauan Herdman tidak berhenti di level elite. Secara mengejutkan, ia juga memantau laga kasta kedua (Championship) antara Garudayaksa melawan Persekat Tegal. Bagi Herdman, memahami struktur liga di bawah divisi utama sangat krusial untuk menemukan talenta muda yang tengah berjuang naik level.

Di sisi lain, perburuan kualitas dunia tetap dilakukan dengan melawat para pemain abroad. Herdman tercatat mengunjungi Jay Idzes di markas Sassuolo, Italia, serta menyambangi Kevin Diks dan Dean James di liga-liga top Eropa lainnya. Kunjungan ini bertujuan untuk menyamakan visi taktis sebelum agenda internasional 2026 dimulai.

BACA JUGA:  Mungkinkah Margonda 'Dibelah' Dua?