INDORAYATODAY.COM – Pembenahan tata kelola pemerintahan menjadi pilar utama dalam satu tahun masa kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Upaya sistematis dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah tersebut membuahkan hasil signifikan dengan kembalinya raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari komitmen seluruh perangkat daerah dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip tata kelola keuangan yang bersih sepanjang tahun anggaran 2025.

“Opini WTP ini kembali kita raih berkat penguatan sistem pengendalian internal serta konsistensi seluruh jajaran dalam menjalankan akuntabilitas keuangan daerah,” ujar Ajat di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (19/2/2026).

Selain aspek finansial, transformasi tata kelola di bawah arahan Rudy Susmanto juga menyasar pada budaya kerja birokrasi. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) serta Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Ajat, peningkatan skor tersebut menunjukkan adanya pergeseran budaya birokrasi di lingkungan Pemkab Bogor menuju arah yang lebih profesional dan bebas dari praktik korupsi. Reformasi ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh bagi pelaksanaan program pembangunan jangka panjang.

Di sektor pelayanan publik, Pemkab Bogor melakukan penguatan kapasitas organisasi melalui pengangkatan aparatur sipil negara secara masif. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 3.324 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I dan 247 orang pada tahap II telah diangkat.

Guna memastikan efektivitas pelayanan di berbagai sektor strategis, pemerintah daerah juga mengakomodasi 9.687 PPPK paruh waktu. “Penambahan jumlah aparatur ini dilakukan untuk memastikan pelayanan publik berjalan lebih responsif, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian khusus,” jelas Ajat.

BACA JUGA:  Ritual Nasionalisme Unik di Bogor, Berhenti Sejenak Setiap Pukul 10 Pagi Demi Indonesia

Menutup capaian setahun kepemimpinan, Pemkab Bogor juga menunjukkan progres dalam percepatan digitalisasi. Saat ini, jaringan intrapemerintah telah berhasil menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor, termasuk wilayah pelosok seperti Cariu dan Jasinga.

Langkah ini diambil untuk memangkas birokrasi dan mempermudah akses koordinasi antarwilayah. Ajat menegaskan bahwa seluruh langkah pembenahan ini merupakan modal utama bagi pasangan Rudy Susmanto-Ade Ruhandi dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran dan akuntabel bagi masyarakat Bogor.