DEPOK, INDORAYA TODAY – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok menyiapkan terobosan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih cepat dan terintegrasi. Langkah ini mengemuka dalam Forum Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027 yang mengusung penguatan tata kelola digital dan kolaborasi layanan.

Forum tersebut menjadi bagian dari strategi mendukung visi Wali Kota Depok Supian Suri, terutama dalam mendorong transformasi pelayanan publik berbasis digital. Pemerintah kota menargetkan layanan kependudukan semakin modern dan mudah diakses masyarakat.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Mary Liziawati, mengatakan arah kebijakan 2027 difokuskan pada penguatan sistem digital yang terintegrasi, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

“Forum Renja ini menjadi momentum untuk memastikan pelayanan administrasi kependudukan di Kota Depok semakin modern, cepat, dan aman. Transformasi digital bukan hanya pada sistem, tetapi juga pola kerja dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Mary, dilansir dari situs resmi Pemkot Depok, Minggu (22/02/2026).

Ia menjelaskan, pada 2027 Disdukcapil akan menjalankan lima program yang diterjemahkan ke dalam sebelas kegiatan dan 23 subkegiatan dengan pagu anggaran sekitar Rp26,48 miliar. Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat.

Salah satu prioritas adalah pembangunan ruang server kependudukan guna meningkatkan keamanan dan keandalan data. Selain itu, Disdukcapil juga menggenjot gerakan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) agar pemanfaatan layanan elektronik semakin luas.

Terobosan yang paling disorot adalah proyek percontohan integrasi layanan akta kelahiran dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kota Depok. Program ini digarap bersama Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Melalui integrasi tersebut, proses administrasi kelahiran diharapkan jauh lebih ringkas. Setiap bayi yang lahir dapat langsung tercatat dalam sistem kependudukan secara cepat dan akurat.

BACA JUGA:  Supian Suri Apresiasi TNI dan Guru Usai Tutup Pelatihan Bela Negara untuk Pelajar Depok

“Integrasi layanan kelahiran dengan fasilitas kesehatan merupakan wujud kolaborasi konkret. Harapannya, begitu bayi lahir, dokumen kependudukannya dapat segera diproses melalui one stop services di faskes tanpa harus melalui prosedur yang panjang,” jelas Mary.

Selain integrasi layanan, Disdukcapil juga memperkuat pengelolaan arsip digital dokumen kependudukan. Langkah ini mendukung kebijakan paperless sekaligus memperkuat perlindungan data pribadi masyarakat.

Di luar program strategis, Disdukcapil tetap menjalankan kegiatan rutin seperti pemutakhiran data keluarga, sosialisasi layanan, kerja sama pemanfaatan data dengan berbagai lembaga, serta internalisasi core value ASN BerAKHLAK untuk memperkuat budaya kerja profesional.

Mary menegaskan seluruh rencana kerja tersebut diarahkan memberi dampak nyata bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan pelayanan administrasi kependudukan semakin mudah diakses, transparan, dan terintegrasi. Ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Depok dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang digital dan melayani,” pungkasnya.