INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Upaya pengendalian banjir dan genangan menjadi salah satu fokus pembangunan infrastruktur Kota Depok sepanjang 2025 dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah. Dinas PUPR mencatat pembangunan drainase lingkungan, penguatan tanggul sungai, hingga rehabilitasi situ untuk menjaga stabilitas aliran air.
Plt Kepala Dinas PUPR Kota Depok Yodi Joko Bintoro mengatakan pembangunan drainase lingkungan dilakukan sepanjang 35.404,14 meter pada titik-titik prioritas.
“Pembangunan drainase bertujuan meningkatkan sistem aliran air dan mengurangi risiko genangan di kawasan permukiman,” tuturnya saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).
Selain itu, peningkatan 40 sistem drainase perkotaan dilakukan untuk memperlancar aliran air di wilayah padat penduduk. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian banjir berbasis infrastruktur.
Di sektor sumber daya air, penguatan tanggul sungai sepanjang 1,918 kilometer dilakukan untuk mencegah erosi dan longsor. Peningkatan bangunan perkuatan tebing sepanjang 2,25 kilometer juga dikerjakan guna menjaga stabilitas alur sungai dan melindungi infrastruktur di sekitarnya.
“Penguatan tanggul dan tebing merupakan upaya menjaga kestabilan sungai agar tidak berdampak pada lingkungan dan permukiman,” kata Yodi.
DPUPR juga merehabilitasi enam situ untuk memulihkan fungsi tampungan air dan meningkatkan kualitas lingkungan. Upaya ini dinilai penting dalam menahan limpasan air saat curah hujan tinggi.
Pemeliharaan sungai sepanjang 5 kilometer dilakukan secara rutin untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mengurangi potensi banjir.
Menurut Yodi, seluruh program tersebut dirancang sebagai langkah terpadu antara pembangunan drainase, penguatan tanggul, dan optimalisasi situ.
“Pengendalian genangan tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus terintegrasi antara drainase, sungai, dan tampungan air,” ujarnya.
Pembangunan drainase, penguatan tanggul sungai, dan rehabilitasi situ menjadi fokus pengendalian genangan di Depok dalam setahun terakhir. Program ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan lingkungan serta mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman. ***

Tinggalkan Balasan