INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan perkembangan terbaru pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri tahun 2026. Pemerintah memastikan anggaran telah tersedia dan tinggal menunggu pengumuman resmi Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya menyatakan proses pencairan THR masih berjalan. Ia mengindikasikan pengumuman resmi akan disampaikan setelah Presiden kembali dari kunjungan kerja ke Amerika Serikat.

“Kan sedang diproses. Nanti begitu presiden pulang mungkin dia akan umumkan,” ujar Purbaya usai konferensi pers APBN KiTa edisi Februari, Senin (23/2/2026).

Sebelumnya, ia memastikan pencairan THR direncanakan pada pekan pertama Ramadhan. Jadwal tersebut dipilih untuk membantu kebutuhan ASN menjelang Idulfitri.

“Minggu pertama puasa. Bentar lagi,” kata Purbaya kepada awak media.

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan tanggal pasti pencairan. Kepastian waktu masih menunggu pengumuman resmi dari Presiden.

Dalam agenda Indonesia Economic Outlook 2026 pada 13 Februari lalu, pemerintah mengungkapkan anggaran THR tahun ini meningkat 10,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp55 triliun.

Berdasarkan informasi Kementerian Keuangan, sumber pembayaran THR ASN berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Komponen yang diberikan meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, serta tambahan penghasilan.

Untuk guru dan dosen yang tidak menerima tunjangan kinerja, pemerintah memberikan tunjangan profesi sebesar satu bulan gaji sebagai bagian dari THR.

Sementara itu, calon pegawai negeri sipil (CPNS) tetap menerima THR dengan komponen yang sama seperti ASN, tetapi gaji pokok yang dibayarkan sebesar 80 persen.

Dengan anggaran yang telah disiapkan dan target pencairan pada pekan pertama Ramadhan, ASN, TNI, dan Polri kini menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait tanggal pasti pencairan THR. Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan aparatur negara menjelang Hari Raya Idul Fitri. ***

BACA JUGA:  Bupati Bogor: HJB ke-543 Jadi Simbol Kebangkitan Budaya dan Ekonomi