INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 79,2 persen dalam satu tahun empat bulan masa pemerintahan. Temuan tersebut berdasarkan survei nasional Indekstat Konsultan Indonesia yang dirilis secara daring pada Sabtu (21/2/2026).
Survei dilakukan pada 11–25 Januari 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Direktur Indekstat, Ali Mahmudin, menyatakan tingkat kepuasan tertinggi berasal dari kawasan Indonesia Timur. Kalimantan menempati posisi teratas dengan 96,66 persen, disusul Sulawesi 95,28 persen, serta Maluku-Papua 93,16 persen.
“Sementara Jawa di angka 88,97 persen dan Sumatera 86,72 persen. Tentu daya kritis dan kecepatan informasi menjadi sesuatu yang berpengaruh,” kata Ali dalam keterangannya kepada INDORAYATODAY, Senin (23/2/2026).
Menurut dia, tingginya kepuasan di Indonesia Timur menunjukkan apresiasi terhadap agenda pemerataan pembangunan di luar Jawa. Sebaliknya, tingkat ketidakpuasan yang relatif lebih tinggi di Jawa dan Sumatera dinilai berkaitan dengan ekspektasi publik terhadap stabilitas ekonomi dan daya beli.
Survei juga mengukur tingkat optimisme masyarakat terhadap masa depan Indonesia. Hasilnya, kawasan Indonesia Timur kembali mencatat optimisme tertinggi, yakni Sulawesi 93,89 persen, Kalimantan 86,81 persen, dan Maluku 85,48 persen. Adapun Jawa dan Sumatera masing-masing berada pada 80,97 persen dan 82,45 persen.
“Ini konsisten dengan data approval rating sebelumnya yang juga tinggi di kawasan ini,” ujar Ali.
Ia menambahkan, masyarakat di wilayah barat dan kawasan urban tetap menunjukkan optimisme, meski dengan sikap lebih kritis. Ekspektasi tinggi terutama berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja dan stabilitas harga kebutuhan pokok.
Jika dilihat dari kelompok usia, tingkat keyakinan terhadap masa depan pemerintahan tertinggi berasal dari Generasi X sebesar 86,40 persen, diikuti Baby Boomers 85,88 persen, Milenial 83,77 persen, dan Generasi Z 76,88 persen.
Ali menilai Generasi Z memiliki tingkat keyakinan paling rendah sekaligus tingkat ketidakpastian paling tinggi, yakni 21,21 persen. Namun, mayoritas kelompok ini tetap optimistis.
“Gen Z cenderung lebih kritis dan reflektif. Kelompok ini sangat sensitif terhadap isu pekerjaan, upah, dan mobilitas sosial. Generasi muda tetap menunjukkan optimisme, namun disertai ekspektasi tinggi,” katanya.
Survei Indekstat menunjukkan kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada pada level tinggi dengan basis dukungan kuat di Indonesia Timur. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi kebijakan agar optimisme tetap terjaga sekaligus menjawab ekspektasi ekonomi masyarakat di wilayah barat.

Tinggalkan Balasan